Blitar, insanimedia.id — Saat ini sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami lonjakan, seperti harga cabai yang mencapai Rp80 ribu perkilogram di sejumlah pasar di Kabupaten Blitar. Kenaikan harga ini diperkirakan karena efek menjelang Natal 2025 dan tahun baru 2026.
Pemerintah Kabupaten Blitar memastikan kondisi harga dan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) berada dalam situasi aman dan terkendali. Disperindag Kabupaten Blitar meminta pada warga untuk tidak panic buying (membeli barang dalam jumlah besar).
Melalui pemantauan rutin, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melaporkan bahwa pasokan sembako di pasar tradisional masih stabil tanpa lonjakan harga yang signifikan.
Harga Sembako Naik, Disperindag Kabupaten Blitar Minta Warga tidak Panic Buying
Blitar, insanimedia.id — Saat ini sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami lonjakan, seperti harga cabai yang mencapai Rp80 ribu perkilogram di sejumlah pasar di Kabupaten Blitar. Kenaikan harga ini diperkirakan karena efek menjelang Natal 2025 dan tahun baru 2026.
Pemerintah Kabupaten Blitar memastikan kondisi harga dan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) berada dalam situasi aman dan terkendali. Melalui pemantauan rutin, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melaporkan bahwa pasokan sembako di pasar tradisional masih stabil tanpa lonjakan harga yang signifikan.
Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Darmadi, menjelaskan bahwa pemantauan harian di sejumlah pasar menunjukkan harga komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, dan daging sapi berada pada kisaran normal. Tidak ditemukan indikasi gejolak harga menjelang libur panjang akhir tahun.
“Sampai hari ini harga 9 bahan pokok di pasar Kabupaten Blitar relatif stabil dan semuanya tersedia. Pasokan aman,” ujarnya.
Darmadi kembali menekankan agar masyarakat tidak melakukan panic buying, karena perilaku tersebut justru dapat menciptakan lonjakan permintaan yang berpotensi memicu kenaikan harga secara tidak wajar.
“Menjelang Nataru, masyarakat tidak usah panik. Kondisi harga bahan pokok di Kabupaten Blitar cukup stabil dan kondusif. Belanja sewajarnya saja, karena stok mencukupi,” tegasnya.
Untuk menjaga kestabilan harga, Disperindag bersama tim gabungan terus melakukan pengawasan intensif di berbagai pasar, seperti Pasar Wlingi, Pasar Kanigoro, Pasar Kesamben, dan sejumlah pasar besar lainnya. Pengawasan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi penimbunan maupun gangguan distribusi barang kebutuhan pokok.
Dengan kondisi pasokan yang terkendali dan harga yang stabil, Pemerintah Kabupaten Blitar berharap masyarakat dapat menyambut Nataru dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan kebutuhan pokok.
Harga Sembako Naik, Disperindag Kabupaten Blitar Minta Warga tidak Panic Buying
Blitar, insanimedia.id — Saat ini sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami lonjakan, seperti harga cabai yang mencapai Rp80 ribu perkilogram di sejumlah pasar di Kabupaten Blitar. Kenaikan harga ini diperkirakan karena efek menjelang Natal 2025 dan tahun baru 2026.
Pemerintah Kabupaten Blitar memastikan kondisi harga dan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) berada dalam situasi aman dan terkendali. Melalui pemantauan rutin, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melaporkan bahwa pasokan sembako di pasar tradisional masih stabil tanpa lonjakan harga yang signifikan.
Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Darmadi, menjelaskan bahwa pemantauan harian di sejumlah pasar menunjukkan harga komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, dan daging sapi berada pada kisaran normal. Tidak ditemukan indikasi gejolak harga menjelang libur panjang akhir tahun.
“Sampai hari ini harga 9 bahan pokok di pasar Kabupaten Blitar relatif stabil dan semuanya tersedia. Pasokan aman,” ujarnya.
Darmadi kembali menekankan agar masyarakat tidak melakukan panic buying, karena perilaku tersebut justru dapat menciptakan lonjakan permintaan yang berpotensi memicu kenaikan harga secara tidak wajar.
“Menjelang Nataru, masyarakat tidak usah panik. Kondisi harga bahan pokok di Kabupaten Blitar cukup stabil dan kondusif. Belanja sewajarnya saja, karena stok mencukupi,” tegasnya.
Untuk menjaga kestabilan harga, Disperindag bersama tim gabungan terus melakukan pengawasan intensif di berbagai pasar, seperti Pasar Wlingi, Pasar Kanigoro, Pasar Kesamben, dan sejumlah pasar besar lainnya. Pengawasan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi penimbunan maupun gangguan distribusi barang kebutuhan pokok.
Dengan kondisi pasokan yang terkendali dan harga yang stabil, Pemerintah Kabupaten Blitar berharap masyarakat dapat menyambut Nataru dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan kebutuhan pokok.
Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Darmadi, menjelaskan bahwa pemantauan harian di sejumlah pasar menunjukkan harga komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, dan daging sapi berada pada kisaran normal. Tidak ditemukan indikasi gejolak harga menjelang libur panjang akhir tahun.
“Sampai hari ini harga 9 bahan pokok di pasar Kabupaten Blitar relatif stabil dan semuanya tersedia. Pasokan aman,” ujarnya.
Darmadi kembali menekankan agar masyarakat tidak melakukan panic buying, karena perilaku tersebut justru dapat menciptakan lonjakan permintaan yang berpotensi memicu kenaikan harga secara tidak wajar.
“Menjelang Nataru, masyarakat tidak usah panik. Kondisi harga bahan pokok di Kabupaten Blitar cukup stabil dan kondusif. Belanja sewajarnya saja, karena stok mencukupi,” tegasnya.
Untuk menjaga kestabilan harga, Disperindag bersama tim gabungan terus melakukan pengawasan intensif di berbagai pasar, seperti Pasar Wlingi, Pasar Kanigoro, Pasar Kesamben, dan sejumlah pasar besar lainnya. Pengawasan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi penimbunan maupun gangguan distribusi barang kebutuhan pokok.
Dengan kondisi pasokan yang terkendali dan harga yang stabil, Pemerintah Kabupaten Blitar berharap masyarakat dapat menyambut Nataru dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan kebutuhan pokok.







