Blitar, insanimedia.id — Komisi II DPRD Kabupaten Blitar menyambut positif dimulainya pembangunan Pasar Kesamben, Kecamatan Kesamben, yang ditandai dengan pelaksanaan ground breaking (peletakan batu pertama) pada Rabu (14/1/2026). Bupati Blitar, Dr H Rijanto, MM memulai pembangunan dengan melakukan peletakan batu pertama di lokasi Pasar Kesamben.
Pembangunan pasar tersebut dinilai menjadi momentum penting kebangkitan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi masyarakat Desa Kesamben dan Kabupaten Blitar secara umum.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Blitar dari Fraksi PDI Perjuangan, Budi Susila Jaya, yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat di sekitar kawasan Pasar Kesamben, mengatakan bahwa pembangunan pasar ini merupakan momen yang telah lama ditunggu oleh warga, terutama setelah kebakaran hebat yang melanda pasar pada November 2022 lalu.
“Groundbreaking ini menjadi harapan baru bagi masyarakat. Pasar Kesamben diharapkan kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat dan menggerakkan perekonomian warga sekitar,” ujar Budi.
Menurutnya, Pasar Kesamben memiliki peran strategis bagi daerah karena selama ini menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar bagi Kabupaten Blitar. Bahkan, Pasar Kesamben menempati urutan kedua penyumbang PAD dari sektor pasar setelah Pasar Wlingi.
Budi berharap, pembangunan Pasar Kesamben tidak hanya fokus pada aspek fisik bangunan, tetapi juga tetap mempertahankan kearifan lokal serta nuansa pasar tradisional yang menjadi ciri khas dan daya tarik utama pasar rakyat.
“Pasar modern boleh, tetapi jangan sampai meninggalkan karakter pasar tradisional. Kearifan lokal harus tetap dijaga agar Pasar Kesamben tetap dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan pasar setelah pembangunan selesai. Menurutnya, keberhasilan pasar tidak hanya ditentukan oleh bangunan yang bagus, tetapi juga oleh kesadaran dan partisipasi para pedagang serta pengunjung.
Budi menambahkan, pasca kebakaran, kawasan Pasar Kesamben sempat gelap dan sepi, sehingga keberadaan pasar baru sangat diharapkan masyarakat sekitar untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dan sosial.
“Masyarakat sekitar pasar tidak merasa terganggu dengan pembangunan. Justru berharap pasar segera dibangun agar kawasan kembali ramai, aman, dan nyaman,” pungkasnya.







