Kediri, insanimedia.id -Lembaga Dakwah Indonesia (LDII) mendorong kemandirian para santri atau remaja masjid untuk berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan Nasional melalui pelatihan Integreted Smart Farming.
Kini hasil pelatihan selama kurang lebih 3 bulan tersebut sudah berhasil diwujudkan melalui dibukanya Agrowisata Petik Melon Hidroponik Substrat.
Acara panen perdana Melon jenis Alisha dan Ithanon dihadiri secara langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati didamping anggota DPRD, Kepala Kantor Kelurahan dan Kepala Kantor Kecamatan Pesantren serta KH Sunarto selaku Pengasuh Ponpes Wali Barokah
ketua DPD LDII Kota Kediri Agung Riyanto menjelaskan setelan ini nantinya juga akan dikembangkan usaha pelatihan peternakan dan perikanan bagi remaja masjid dan para santri.
“Jadi tidak hanya fokus pada pertanian dan buah buahan saja, tetapi juga lainya seperti peternakan kolam lele dan peternakan ayam. Ini kan lokasinya di salah satu PAC. Saya masih ada 25 PAC lainya di Kota Kediri. Jadi masih ada potensi di pimpinan anak cabang lain. Di Kelurahan apabila bisa punya 1 Farming, tentunya harus disesuakan dengan bakat dan kemampuan masing masing, ” harapnya.
Jumlah pohon yang ditanam untuk buah Melon sebanyak 800 pohon. 1 pohon maksimal 1 buah, bisa menghasilkan 1 buah Melon sebarat 2 kilogram lebih.1 kilogram buah Melon dijual seharga Rp 25 ribu. Cakupan lahan yang digunakan untuk agrowisata petik Melon ini seluas 50 x 25 meter atau 1/4 hektar.
“Teknis pelatihan kami ada pendampingan dari DPW LDII Provinsi Jawa Timur. Yang memamg mengurusi spesialisasi tanaman buah melon. Hari ini agendanya petik perdana Melon di Gen Sobo Farm Kelurahan Burengan. Ini dikelolah oleh remaja LDII khususnya remaja masjid Al Hikmah Rosadah di Kelurahan Burengan, allhamdulillah luar biasa, “ paparnya.
Sementara Itu Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengapresiasi upaya yang sudah dilakukan oleh LDII dalam mewujdukan program pemerintah dalam hal ketahanan Pangan Nasional.
” Kami atas Pemerintah Kota mengapresiasi inovasi ini. Ini merupakan salah satu upaya di bidang ketahanan pangan. Saya berharap bukan hanya dikembangkan disini saja. Tetapi masyrakat juga punya inovasi bisa dikembangkan dirumah sendiri atau jika ada lahan atau penerangan yang luas di Kelurahan bisa dimanfaatkan. Ini bisa menjadi potensi wisata agar banyak menghadirkan orang datang ke Kota Kediri, ” ucap Wali Kota.
Kepala Kantor Kelurahan Burengan Adi Sutrsino selaku pemangku wilayah secara konsiten tetap mendukung sepenuhnya program Gen Sobo Fram sejak dari tahapan awal mulai dari proses tanam hingga panen.
“Selain itu bentuk suport kami juga dalam bentuk pembangunan gapura sebagai akses masuk tembus ke lapangan sehingga mudah untuk dilalui pengunjung. Kemudian yang kedua dalam bentuk pembinaan pendampingan. Karena ini juga menunjang visi misi mbak Wali Kota, ” ungkapnya
Disamping itu pihak Kelurahan juga mendorong Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri untuk pemberian sertifikat agar produk melon tersebut bisa segara dipasarkan swalayan dan Mall pusat perbelanjaan.(Fan/Oby)







