Mengenal OPA Narsum Hospitality Talks di UNESA Surabaya, Puluhan Tahun di Perhotelan

Tim Redaksi

SURABAYA, insanimedia.id— Dunia perhotelan terus berkembang seiring dengan perubahan tren wisata dan gaya hidup masyarakat. Untuk memberikan wawasan langsung dari praktisi industri, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar kegiatan Hospitality Talks yang menghadirkan praktisi perhotelan sebagai dosen tamu.

Acara ini menghadirkan Aries Luhur Haryono, Marketing & Communications Manager Aston Inn Jemursari, sebagai narasumber utama. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Universitas Negeri Surabaya ini dihadiri oleh 97 mahasiswa dan mahasiswi dari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya yang mengikuti sesi diskusi dengan penuh antusias.

Dalam sesi sharing tersebut, Aries yang akrab disapa “Opa” membagikan berbagai wawasan seputar dunia hospitality, termasuk perkembangan tren hotel saat ini, pentingnya service excellence, hingga teknik handling complaint yang efektif dalam menjaga kepuasan tamu.

“Industri hospitality bukan hanya tentang fasilitas, tetapi tentang bagaimana kita menciptakan pengalaman yang berkesan bagi tamu. Pelayanan yang tulus dan kemampuan menyelesaikan masalah dengan cepat adalah kunci utama,” ujar Aries dalam sesi presentasinya.
Selain itu,

para mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai berbagai istilah penting dalam operasional hotel yang sering digunakan di berbagai departemen. Beberapa istilah yang dibahas antara lain check-in, check-out, room upgrade, hingga alur komunikasi antar departemen yang menjadi bagian penting dalam operasional hotel sehari-hari.

Suasana diskusi semakin interaktif ketika sesi tanya jawab dibuka. Banyak mahasiswa yang aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber, mulai dari peluang karier di industri perhotelan hingga perbedaan konsep bisnis di sektor hospitality.

 

Salah satu peserta, Anya, menunjukkan ketertarikannya dengan menanyakan mengenai persamaan dan perbedaan antara outlet Food & Beverage di hotel dengan outlet F&B independen.

Baca Juga :  GMDM Blitar Tolak Tegas Legalisasi Ganja dan Kratom: Khawatir Disalahgunakan

“Saya sangat tertarik mengetahui bagaimana standar operasional di outlet F&B hotel dibandingkan dengan outlet independen. Penjelasan dari narasumber memberikan gambaran yang jelas tentang perbedaan standar pelayanan, brand image, dan pengalaman tamu yang ditawarkan,” ujar Anya. Jumat, (6/3/2026).

Dosen Program Studi S1 Sastra Inggris, Ayu Saraswati, S.Hum., M.Hum., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kegiatan Hospitality Talks seperti ini sangat penting bagi mahasiswa karena memberikan wawasan langsung dari praktisi industri. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga memahami realitas dunia kerja, khususnya dalam industri hospitality yang dinamis,” ungkap Ayu Saraswati.

Melalui kegiatan Hospitality Talks, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh gambaran nyata mengenai dunia kerja di sektor perhotelan serta memahami keterampilan yang dibutuhkan untuk berkarier di industri ini.

Sesi ini juga menjadi momentum penting dalam menghubungkan dunia akademik dengan industri hospitality, sehingga mahasiswa dapat mempersiapkan diri lebih baik menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wadah kolaborasi antara institusi pendidikan dan praktisi industri dalam mengembangkan talenta muda di bidang hospitality dan pariwisata.