Surabaya, insanimedia.id – Kapal Motor (KM) Logistik Nusantara Tiga milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mengawali pelayaran perdana Tol Laut tahun 2026, dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (10/01/2026).
Kapal berkapasitas 110 teus kontainer itu memuat barang kebutuhan pokok dan penting, di antaranya beras, minyak goreng, air mineral dan ayam beku dengan tujuan Wanci, Sulawesi Tenggara – Namrole, Maluku dan kemudian kembali ke pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang merupakan rute baru, sebagai penyesuaian dari tahun sebelumnya yang melayani trayek T-6, yaitu Tanjung Perak – Tidore – Jailolo – Tanjung Perak.
Pelepasan pelayaran perdana ini dihadiri oleh Direktur Utama Pelni Tri Andayani, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni, Kokok Susanto, Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Kementerian Perhubungan, Ciptadi Diah Prihandoyono dan jajaran serta stakeholder kepelabuhanan.
DIrektur Utama PT Pelni, Tri Andayani menerangkan, penyesuaian trayek dilakukan untuk mengoptimalkan jangkauan layanan tol laut, sesuai dengan kebutuhan distribusi logistik di wilayah tujuan. “Dengan adanya rute baru tol lautk, diharapkan dapat semakin memperkuat konektivitas antarpulau, serta menjamin kelancaran pasokan barang kebutuhan pokok dan penting ke wilayah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan atau 3 T-P”, tegas Anda.
Lebih lanjut Tri Andayani menjelaskan bahwa rute baru ini tidak hanya mendistribusikan barang kebutuhan pokok secara rutin, tetapi Tol Laut baru ini juga membantu mengurangi disparitas harga di wilayah 3TP hingga 20-40 persen.
PT Pelni telah menjalani penugasan pelayaran tol laut dari pemerintah sejak tahun 2015. Sama seperti tahun lalu, Pelni masih dipercaya melayani sebanyak delapan trayek tol laut untuk mendistribusikan barang-barang kebutuhan pokok dan penting, ke wilayah 3 T-P dengan mengoperasikan delapan armada kapal, tiga di antaranya milik kementerian perhubungan.
sepanjang 2025 lalu, Pelni mencatat total peti kemas dari angkutan tol laut sebanyak 13.142 teus atau meningkat enam persen dari tahun sebelumnya. Terdiri dari muatan berangkat sebanyak 9.103 teus, yang didominasi barang kebutuhan pokok dan penting. Selain itu, muatan balik sebanyak 4.039 teus, berupa komoditas daerah seperti ikan, kopra dan rumput laut.







