Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kabupaten Blitar memiliki visi untuk swasembada gula di Kabupaten Blitar. Salah satu cara yang dilakukan dengan terus memperkuat program bongkar ratoon.
Program ini dengan cara peremajaan tanaman tebu yang sudah tua, sebagai bagian dari upaya nasional untuk mencapai swasembada gula. Program strategis ini ditargetkan seluas 9.000 hektar, namun hingga kini baru terealisasi 1.279 hektar.
Bupati Blitar, Rijanto, menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam mendukung program ini, mulai dari perusahaan gula (PG), Dinas Perkebunan, Perhutani, hingga Forkompinda.
“Ini program strategis nasional khusus untuk swasembada gula. Semua elemen harus bergerak bersama agar target bisa tercapai. Dukungan pemerintah daerah dan pusat sangat penting untuk keberhasilan program ini,” ujar Bupati Blitar.
Bupati menambahkan, program bongkar ratoon tidak hanya penting bagi produksi gula nasional, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani tebu dan menjaga keberlanjutan industri gula di Kabupaten Blitar.
“Kami mengumpulkan seluruh elemen terkait agar bersama-sama mendukung program ini. Semua pihak harus bergerak sinergis dan serius untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Setiyana, menjelaskan secara teknis bahwa bongkar ratoon dilakukan dengan membongkar tebu yang kurang produktif, mengolah tanah, dan menanam bibit baru yang berkualitas dan bersertifikat.
“Tujuannya agar produktivitas meningkat dan kualitas gula lebih baik. Bibit yang digunakan tentu yang unggul agar hasil panen optimal,” jelas Setiyana.
Setiyana menambahkan bahwa pengajuan tambahan luas lahan untuk bongkar ratoon akan terus dilakukan hingga 30 Desember 2025.
“Legalitas lahan menjadi prioritas utama. Berapapun capaian tambahan yang memungkinkan, akan diajukan agar target program mendekati sasaran nasional,” ujarnya.
Program bongkar ratoon ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tebu di Kabupaten Blitar, mendukung kemandirian gula nasional, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi petani dan industri gula lokal.







