Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar telah akan menyulap Pasar legi dan Pujasera di Jalan Ahmad Yani Kota Blitar. Kedua pusat perbelanjaan ini akan disulap pada tahun ini.
Pemerintah Kota Blitar menyiapkan anggaran besar untuk membenahi dua pusat perbelanjaan ikonik ini. Pemkot Blitar telah menyiapkan Rp1 miliar untuk kedua lokasi ini.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar memastikan kedua pujasera ini masuk program rehabilitasi pada tahun ini.
Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto, menjelaskan dana tersebut berasal dari APBD murni tahun anggaran 2026. Dari total anggaran, Pasar Legi memperoleh porsi terbesar senilai Rp800 juta, sementara Pasar Kuliner dialokasikan sekitar Rp335,8 juta.
Khusus untuk Pasar Kuliner, Parminto merinci anggaran digunakan secara terstruktur. Mulai dari perencanaan sebesar Rp25 juta, pengawasan Rp22,5 juta, hingga pekerjaan fisik yang mencapai Rp288,3 juta.
Meski demikian, proses pembangunan belum berjalan. Parminto menyebut saat ini masih dalam tahap penyelesaian administrasi dan persiapan teknis agar pelaksanaan rehabilitasi berjalan optimal. “Saya ini masih tahap persiapan administrasi dan teknis,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Lebih dari sekadar perbaikan bangunan, rehabilitasi Pasar Kuliner diarahkan untuk mendorong pelaku UKM kuliner naik kelas. Menurut Parminto, kawasan kuliner di Jalan Ahmad Yani akan distandarisasi secara menyeluruh, tidak hanya tampilan fisiknya.
“Kami ingin pusat kuliner ini menjadi destinasi utama. Standarnya harus naik, mulai dari higienitas produksi, sanitasi tempat usaha, sampai pengelolaan limbah yang ramah lingkungan,” tegasnya.
Dengan peningkatan fasilitas yang lebih modern dan bersih, Pemkot berharap Pasar Kuliner mampu menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata Kota Blitar, sekaligus memberi rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.
Sementara itu, rehabilitasi Pasar Legi difokuskan pada penguatan infrastruktur dan fasilitas pendukung. Sebagai pasar induk dan pusat aktivitas perdagangan, pembenahan Pasar Legi diharapkan mampu menghidupkan kembali ekosistem ekonomi masyarakat.
“Rehab Pasar Legi merupakan investasi jangka panjang. Kalau pasarnya nyaman, pengunjung bertambah dan perputaran ekonomi akan lebih cepat,” tambah Parminto.







