Perempuan Tangguh Bangkit dari Keterbatasan, PNM Mekaar Jadi Jalan Harapan

Penulis : Sulkhan Z.

Insani Media

Jakarta, insanimedia.id – Perempuan Indonesia terus menunjukkan ketangguhan di tengah keterbatasan ekonomi. Mereka berjuang keras demi menjaga keberlangsungan hidup keluarga sekaligus memberi masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya.

Triyulianti menjalani hari-hari penuh perjuangan sebagai pengemudi ojek online demi memenuhi kebutuhan keluarga. Kondisi ekonomi yang terbatas memaksanya bekerja di jalanan, meski harus meninggalkan anaknya yang masih bayi.

“Setiap hari saya harus meninggalkan anak saya yang masih umur tiga bulan,” ujarnya lirih di balik helm dan jaket hijaunya.

Selain Triyulianti, Novi juga menghadapi tantangan serupa. Ia bekerja sebagai pengemudi taksi dari pagi hingga malam untuk membiayai kehidupan anak semata wayangnya.

“Apa pun akan saya lakukan untuk anak saya,” katanya dengan suara bergetar, sebuah tekad yang lahir dari pengalaman hidup yang keras.

Triyulianti dan Novi merepresentasikan jutaan perempuan Indonesia yang memikul tanggung jawab ekonomi keluarga. Mereka menjalankan peran ganda sebagai pencari nafkah utama, bahkan turut menopang kebutuhan orang tua dan anggota keluarga lainnya. Mereka bekerja tidak hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk menghadirkan harapan di tengah keterbatasan.

Di tengah kondisi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menghadirkan solusi pemberdayaan bagi perempuan prasejahtera melalui berbagai program berkelanjutan. Lembaga ini fokus membuka akses permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas usaha masyarakat ultra mikro.

PNM mengembangkan program unggulan PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) sebagai sarana pemberdayaan ekonomi perempuan. Program ini tidak hanya menyediakan pembiayaan tanpa agunan, tetapi juga memberikan pendampingan usaha secara rutin agar para nasabah mampu berkembang secara mandiri.

PNM menjalankan pendampingan mingguan, memberikan pelatihan literasi keuangan, manajemen usaha, serta pengembangan keterampilan wirausaha. Selain itu, PNM juga menerapkan sistem kelompok kecil berbasis tanggung renteng sebagai fondasi utama program.

Baca Juga :  Warga Wonodadi Sepakat Koperasi Desa Merah Putih Direlokasi, dan Warga Akan Bantu Pembangunan

Dalam sistem tersebut, setiap kelompok terdiri dari sedikitnya 10 perempuan yang saling mendukung dalam menjalankan usaha. Mekanisme ini menciptakan solidaritas, meningkatkan disiplin, serta memperkuat ketahanan ekonomi anggota kelompok.

Ketika salah satu anggota menghadapi kesulitan, anggota lainnya memberikan dukungan dengan pendampingan dari ketua kelompok dan petugas lapangan PNM. Model ini terbukti efektif dalam mendorong keberhasilan usaha perempuan prasejahtera.

PNM juga menghadirkan skema Mekaar Syariah yang menggunakan prinsip tanpa bunga dengan akad sesuai ketentuan syariah, seperti murabahah, wakalah, dan wadiah. Skema ini tetap mempertahankan pola pendampingan dan sistem kelompok agar pemberdayaan berjalan optimal.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa PNM terus menjalankan mandat negara untuk memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat prasejahtera selama lebih dari dua dekade.

“Selama 26 tahun PNM diberikan mandat oleh negara untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi kepada masyarakat Indonesia, khususnya prasejahtera,” kata Arief Mulyadi, Selasa, 24 Maret 2026.

Dalam forum internasional, EVP Pengembangan & Jasa Manajemen PNM, Razaq Manan Ahmad, menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan berkelanjutan.

“Stronger the women, stronger the nation. Perempuan merupakan motor penggerak utama dalam menciptakan kemajuan ekonomi dan sosial,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa program Mekaar tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga meningkatkan kapasitas pengetahuan para nasabah.

“73% pembiayaan yang disalurkan oleh PNM berbasis syariah. Kami bekali nasabah dengan pendampingan usaha dan pemberdayaan agar mereka mampu maju lebih terarah dan memberi dampak yang lebih besar bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Hingga Februari 2026, PNM telah melayani 22,9 juta perempuan pelaku usaha ultra mikro dan menjangkau lebih dari 60 ribu desa serta kelurahan di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Jelang Peringatan Hari Asuransi, PNM Cabang Blitar Tekankan Pentingnya Literasi Asuransi untuk Nasabah

Program ini berkembang menjadi salah satu inisiatif pemberdayaan perempuan terbesar di dunia dan mampu melampaui berbagai lembaga mikrofinansial global dalam hal jangkauan serta dampak sosial.