Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas Makro: Jatim Melaju, Tapi Tantangan Tetap Ada

Oleh: Ulul Albab Ketua ICMI Jawa Timur

insanimedia.id – Di penghujung tahun 2025, ICMI Jawa Timur menyampaikan kepada publik hasil kajian kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur berbasis data resmi, terverifikasi, dan dikomparasikan dengan capaian nasional. Kajian ini disusun untuk memberi gambaran yang proporsional tentang sektor-sektor berprestasi, moderat, dan yang masih memerlukan perhatian kebijakan serius.

Sektor pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makro dipilih sebagai pembuka karena sektor inilah fondasi dari hampir seluruh kinerja pembangunan daerah.

Kinerja Makro Jawa Timur dalam Angka

 Sepanjang 2025, Jawa Timur menunjukkan performa ekonomi yang relatif konsisten dan berada sedikit di atas rata-rata nasional. Hal ini tercermin dari indikator utama berikut:

Tabel 1. Perbandingan Kinerja

Makro Ekonomi Jawa Timur dan Nasional (2025)

 Indikator Utama Jatim Nasional Posisi Jatim 
Pertumbuhan Ekonomi (%)±5,1±4,9Lebih tinggi
Inflasi (yoy, %)±1,06±2,6Lebih rendah
Tingkat Pengangguran Terbuka (%)3,61±4,82Lebih baik
Persentase Penduduk Miskin (%)9,50±8,5Lebih tinggi (struktur penduduk besar)
Pertumbuhan PMTB (%)±4,5±5,0Moderat

Sumber: BPS, BI, dan publikasi resmi pemerintah (diolah).

Tabel tersebut menunjukkan bahwa kinerja makro Jawa Timur relatif kuat, khususnya pada pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan pengangguran. Inflasi yang rendah memberi ruang stabilitas daya beli, sementara tingkat pengangguran yang lebih rendah dari nasional menunjukkan kemampuan ekonomi daerah dalam menyerap tenaga kerja.

Namun, pada indikator kemiskinan, Jawa Timur masih menghadapi tantangan struktural. Angkanya lebih tinggi dari rata-rata nasional, meski secara absolut jumlah penduduk miskin terus menurun. Ini perlu dibaca secara kontekstual: bahwa Jawa Timur memiliki jumlah penduduk besar dan karakter ekonomi desa-kota yang kompleks.

 Struktur Penggerak Pertumbuhan

Baca Juga :  Sebanyak 4.006 Peserta Tes SKB Berebut 2.021 CPNS Kemenag Jatim

 Jika pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dibedah, maka terlihat bahwa mesin utamanya masih bertumpu pada sektor klasik yang kuat, namun belum sepenuhnya terdiferensiasi.

Tabel 2. Struktur Kontribusi

Lapangan Usaha terhadap PDRB Jawa Timur (2025)

 Lapangan Usaha Kontribusi terhadap PDRB (%)
Industri Pengolahan±30–31
Perdagangan Besar & Eceran±18
Pertanian, Kehutanan & Perikanan±11
Konstruksi±9
Transportasi & Pergudangan±6
Jasa lainnya (akumulasi)±25

Struktur ini menjelaskan dua hal. Pertama, daya tahan ekonomi Jawa Timur cukup kuat karena ditopang sektor industri dan perdagangan. Kedua, ketergantungan pada sektor tradisional menunjukkan bahwa agenda transformasi ekonomi—menuju industri bernilai tambah tinggi dan jasa modern—masih perlu didorong secara lebih agresif.

 

Stabilitas Makro dan Kualitas Pertumbuhan

 

Dari sisi stabilitas, inflasi yang rendah pada awal dan pertengahan 2025 menjadi modal sosial-ekonomi penting. Harga pangan relatif terkendali, meskipun beberapa komoditas strategis sempat berfluktuasi akibat faktor iklim dan distribusi.

Sementara itu, penurunan pengangguran mengindikasikan pemulihan ekonomi pascapandemi berjalan relatif merata. Namun, data ketenagakerjaan juga menunjukkan bahwa sebagian besar serapan berada di sektor informal, sehingga kualitas kerja dan perlindungan sosial masih menjadi isu kebijakan.

 Penilaian Berbasis Scoring ICMI Jawa Timur

 Untuk memastikan objektivitas, ICMI Jawa Timur menggunakan metode scoring dengan pembobotan indikator utama sebagai berikut:

Tabel 3. Skoring & Penilaian Sektor

Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas Makro

 Indikator Bobot (%) Skor (1–5) Nilai Akhir
Pertumbuhan Ekonomi2541,00
Inflasi & Stabilitas Harga2040,80
Pengangguran2040,80
Kemiskinan2030,60
Investasi (PMTB)1530,45
Total Skor1003,65 / 5,00

Berdasarkan skor agregat tersebut, sektor pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makro dikategorikan sebagai “Prestasi Tinggi”, dengan catatan peningkatan kualitas investasi dan inklusivitas pertumbuhan.

Baca Juga :  Australia Akui Palestina: Peluang Baru Bagi Diplomasi Indonesia dan Dunia Islam

Catatan Kritis ICMI Jatim

ICMI Jawa Timur mencatat tiga agenda strategis lanjutan. Pertama, pertumbuhan perlu lebih inklusif, terutama bagi wilayah tapal kuda dan pedesaan. Kedua, investasi harus diarahkan pada penciptaan kerja formal, bukan sekadar peningkatan angka PMTB. Ketiga, integrasi sektor pertanian dan industri perlu diperkuat agar ketahanan ekonomi daerah tidak rapuh oleh guncangan eksternal.

Dengan demikian, kinerja makro Jawa Timur pada 2025 layak diapresiasi, tetapi belum boleh membuat euforia kebijakan. Angka-angka yang baik harus dibaca sebagai modal awal, bukan garis akhir.

Seri kajian ini akan dilanjutkan dengan pembahasan sektor-sektor lainnya, agar publik memperoleh gambaran utuh dan seimbang tentang kinerja Pemprov Jawa Timur sepanjang 2025. ICMI Jawa Timur berharap rangkaian kajian ini menjadi kontribusi ilmiah-kritis dalam memperkuat kualitas pemerintahan dan pembangunan daerah.

(Catatan: Kajian ini dilakukan langsung oleh ketua ICMI Jawa Timur, Ulul Albab, sebagai ikhtiar memberikan gambaran, catatan, inspirasi dan apresiasi buat publik, terutama buat DPRD dan Pemerintah Propinsi Jawa Timur)