Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar menyalurkan program beasiswa kepada puluhan mahasiswa sebagai upaya membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu. Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menegaskan para penerima beasiswa harus memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius dan tidak menganggur setelah menyelesaikan pendidikan.
Pada tahun ini, Pemkot Blitar memberikan beasiswa kepada 99 mahasiswa dengan total anggaran sekitar Rp375 juta. Pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga memberikan pendampingan kepada para siswa sejak tahap persiapan masuk perguruan tinggi.
Syauqul Muhibbin menjelaskan banyak anak dari keluarga kurang mampu sebenarnya memiliki kemampuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, rasa kurang percaya diri sering menjadi kendala karena latar belakang pendidikan orang tua mereka.
“Putra-putri dari keluarga miskin kadang mentalnya sudah turun duluan. Mereka merasa tidak mungkin bisa kuliah karena orang tuanya rata-rata lulusan SMP atau SMA dan langsung bekerja,” ujarnya, Senin (9/3).
Pemerintah Kota Blitar kemudian memberikan pembekalan kepada para siswa agar mereka memiliki gambaran yang jelas tentang dunia perguruan tinggi. Program tersebut juga memperkenalkan berbagai peluang beasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh para siswa.
“Kita kursuskan mereka lebih dulu, kita beri gambaran tentang perguruan tinggi dan peluang beasiswa. Harapannya mereka punya keyakinan bahwa kuliah itu bisa dicapai,” katanya.
Selain memberikan pembekalan, pemerintah kota juga mendampingi siswa dalam proses pendaftaran perguruan tinggi hingga pengajuan berbagai program beasiswa. Dalam pelaksanaannya, Pemkot Blitar menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak untuk memperluas akses bantuan pendidikan.
“Ada beasiswa dari pemerintah pusat seperti KIP Kuliah dan juga dari lembaga lain. Kalau masih ada yang belum terakomodasi, baru kita bantu melalui anggaran daerah,” jelasnya.
Meski demikian, Syauqul Muhibbin mengakui kemampuan anggaran pemerintah daerah memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, pemerintah lebih menekankan pada pembinaan dan pendampingan agar para siswa bisa memperoleh beasiswa penuh selama masa kuliah.
“Kita arahkan dan dampingi supaya mereka bisa mendapatkan beasiswa penuh selama empat tahun kuliah,” tambahnya.
Ia berharap program beasiswa tersebut mampu membuka peluang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan masa depan mereka.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Setelah lulus kuliah, jangan sampai menganggur,” pungkasnya.






