Perjuangan Guru Muda Blitar, Tempuh 130 km Setiap Hari ke Sekolah di Ketinggian 1.000 MDPL, Alami Kecelakaan hingga Terisolasi Longsor

Penulis : Sulkhan

Insani Media

Blitar, insanimedia.id  – Kisah inspiratif datang dari Hasan Saffroni, seorang guru muda yang rela menempuh perjalanan harian lebih dari 130 kilometer (pulang-pergi) setiap hari. Ia mengajar di SDN Ngadirenggo 4, salah satu sekolah tertinggi di Blitar, Jawa Timur, yang berada di atas 1.000 MDPL.

Perjuangan ini tak hanya soal jarak, namun juga berisiko tinggi terhadap bencana alam hingga kecelakaan. Hujan dan panas terik menjadi teman sehari-hari.

​Saat matahari belum meninggi, Ia harus menembus pekatnya kabut. Ia pun harus bertarung dengan waktu agar tidak terlambat sesampainya di sekolah.

Hasan Saffroni seorang pemuda yang berasal dari Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Ia mendaftar sebagai PPPK dan ditempatkan untuk mengajar di wilayah di kawasan lereng Gunung Buthak, dekat Perkebunan Sirah Kencong. Lokasi ini membuatnya sering menghadapi tantangan cuaca ekstrem.

Dalam sebuah perbincangan mendalam di podcast di kanal youtube Bakul Kumpo, Hasan membeberkan betapa beratnya perjalanan dan kondisi mengajar.

​“Saya pernah ke sana pasti hujan deras, hampir tiap hari disambut dengan hujan. Terus kemudian hari kedua ke sana, kecelakaan dalam perjalanan,” kenangnya.

Ia juga menceritakan insiden longsor yang pernah membuat siswa dan guru terisolasi, karena akses jalan satu-satunya terputus. Selain itu, masalah listrik dan sinyal internet yang sering terputus akibat berada di dataran tinggi juga menjadi kendala dalam proses digitalisasi pembelajaran.

​Menyikapi tingginya risiko ini, Hasan berpendapat bahwa frasa “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” sudah tidak lagi relevan, dan ia berharap pemerintah memberikan perhatian khusus.

​“Guru tanpa tanda jasa sekarang berubah makna menjadi guru dengan tanda jasa. Maksudnya, nah, harus dihargai,” tegasnya.

Ia kerap membagikan momen perjalanan baik berangkat dan pulang kerja yang harus dilalui. Tanpa penyesalan, Ia tetap semangat untuk mendidik para siswa yang harus mendapatkan pendidikan yang sama dengan daerah yang lain.

Baca Juga :  Pemkab Blitar Terima 869 Pegawai Baru, Baik CPNS dan PPPK

​Di akhir perbincangan, ia memberikan filosofi mendalam yang relevan dengan profesinya: “Semua orang yang kamu tahu, yang kamu ketemu, itu adalah guru, dan semua tempat yang kamu singgah itu adalah sekolah,” pungkasnya.