Purworejo, insanimedia.id – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengalokasikan dana puluhan miliar rupiah untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Purworejo. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat produktivitas sektor perikanan tangkap di wilayah selatan Jawa Tengah.
Pada tahun 2025, Kabupaten Purworejo memperoleh dua lokasi pembangunan KNMP, yakni di Desa Kertojayan dan Desa Jatimalang. Masing-masing kawasan dibangun dengan nilai konstruksi sekitar Rp10 hingga Rp11 miliar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, menyampaikan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari program nasional untuk memperkuat sektor perikanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
“Kalau nilai konstruksinya masing-masing titik kurang lebih Rp10 sampai Rp11 miliar. Selain bangunan, ada juga dukungan peralatan seperti kapal, truk box pengangkut es, mesin kapal, serta beberapa fasilitas operasional untuk koperasi nelayan,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti pabrik es, cold storage, hingga sarana pemasaran hasil tangkapan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu nelayan menjaga kualitas ikan sekaligus meningkatkan nilai jual hasil tangkapan.
Wiyoto menjelaskan, selama ini sebagian besar hasil tangkapan nelayan langsung dijual tanpa proses penyimpanan yang memadai. Hal tersebut sering membuat harga ikan tidak stabil.
“Dengan adanya cold storage dan pabrik es, tangkapan nelayan bisa disimpan lebih lama. Ini penting karena nelayan tidak melaut setiap hari, tergantung musim dan kondisi laut,” jelasnya.
Di Desa Kertojayan, kawasan KNMP dibangun di wilayah yang dihuni sekitar 1.200 kepala keluarga dengan sekitar 100 nelayan aktif. Di daerah tersebut juga terdapat sekitar 70 kapal nelayan yang beroperasi setiap hari di perairan selatan.
Hasil tangkapan utama nelayan di kawasan tersebut meliputi bawal laut, tongkol, layur, serta tenggiri.
Sementara itu, di Desa Jatimalang terdapat sekitar 150 nelayan dari total 1.558 kepala keluarga. Para nelayan di wilayah ini mengoperasikan sekitar 65 kapal dengan komoditas utama seperti bawal, lobster, dan layur.
Kepala Desa Jatimalang, Suwarto, menyambut baik pembangunan fasilitas tersebut karena diyakini mampu membantu aktivitas nelayan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
“Dengan adanya fasilitas ini, nelayan tidak perlu jauh-jauh mencari es. Ke depan pemasaran ikan juga diharapkan lebih stabil,” kata Suwarto.
Ia juga menyebut kawasan Kampung Nelayan Merah Putih akan dikembangkan sebagai destinasi wisata pesisir yang mengusung konsep kuliner laut. Pemerintah desa bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) telah menyiapkan sejumlah rencana untuk mendukung pengembangan sektor tersebut.
“Di sini bukan hanya nelayan, ada juga budidaya udang, pertanian, dan pariwisata. Harapannya ekonomi masyarakat bisa semakin berkembang,” ujarnya.
Secara fasilitas, kawasan KNMP dilengkapi berbagai sarana pendukung aktivitas nelayan dan ekonomi pesisir, di antaranya tempat pelelangan ikan (TPI), docking kapal, bengkel nelayan, ruang mesin, rumah genset, pabrik es portabel, serta gudang penyimpanan ikan beku.
Selain itu juga tersedia kios kuliner, kios penjualan ikan, shelter perbaikan jaring, kios perlengkapan nelayan, serta fasilitas umum seperti toilet, area parkir, pos jaga, dan jalan lingkungan.
Nantinya pengelolaan kawasan tersebut akan dilakukan oleh Koperasi Desa Merah Putih yang beranggotakan para nelayan setempat. Koperasi ini diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi di kawasan pesisir.
Saat ini proses pembangunan hampir selesai. Namun fasilitas tersebut masih menunggu tahap serah terima dari kontraktor kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan sebelum kemudian diserahkan kepada koperasi pengelola.
Pemerintah daerah berharap Kampung Nelayan Merah Putih segera beroperasi sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat pesisir.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai, penguatan kelembagaan koperasi, serta potensi sumber daya laut yang besar, Kampung Nelayan Merah Putih diyakini dapat menjadi penggerak baru perekonomian kawasan pesisir Purworejo.







