Sebulan Menanti, Jenazah PMI Asal Blitar yang Meninggal di Taiwan Tiba di Kampung Halaman

Penulis : Rizma N.A.

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Blitar, Munawaroh, akhirnya tiba di rumah duka di Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 10.10 WIB. Kepulangan jenazah berlangsung setelah keluarga menunggu lebih dari satu bulan sejak almarhumah meninggal dunia di Taiwan.

Munawaroh meninggal pada 7 Juni 2026 akibat kecelakaan lalu lintas tunggal di wilayah Puli, Nantou, Taiwan. Setelah seluruh proses administrasi di negara tersebut selesai, jenazah dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta. Selanjutnya, jenazah diberangkatkan menggunakan ambulans yang difasilitasi BP3MI Banten-Serang pada Sabtu (11/7/2026) pukul 23.00 WIB hingga tiba di kediaman keluarga.

Setelah sampai di rumah duka, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga yang diwakili oleh anak kandung almarhumah sebelum dimakamkan di kampung halamannya.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar, Yopie Kharisma Sanusi, mengatakan pihaknya terus memberikan pendampingan sejak menerima informasi mengenai meninggalnya Munawaroh hingga proses pemulangan jenazah selesai.

“Kami berkoordinasi dengan KDEI Taipei, BP3MI Jawa Timur, BP3MI Banten-Serang, pemerintah desa, dan keluarga agar seluruh proses pemulangan berjalan lancar. Alhamdulillah hari ini jenazah telah tiba dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Yopie menjelaskan, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar juga akan terus mendampingi keluarga dalam proses penyelesaian hak-hak almarhumah sebagai pekerja migran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Proses pemulangan jenazah melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar, BP3MI Jawa Timur, BP3MI Banten-Serang, Pemerintah Desa Sidorejo, serta Pemerintah Kecamatan Ponggok.

Pihak keluarga telah menerima kepergian almarhumah dengan ikhlas. Setelah prosesi penyerahan selesai, jenazah kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum di kampung halamannya.

Baca Juga :  Bupati Blitar Rijanto Panen Raya, Tegaskan Harga Gabah Kering Rp 6.500 Perkilogram