Kebumen, insanimedia.id – Cabang olahraga gulat Kabupaten Kebumen mencatat hasil positif pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2026 di Semarang, 1–4 September 2026. Tim Gulat Kebumen berhasil membawa pulang enam medali dari ajang tersebut.
Gulat Kebumen mengirimkan 19 atlet dan lima official dalam kompetisi olahraga pelajar tingkat Jawa Tengah tersebut. Meski cabang olahraga ini masih tergolong baru di Kabupaten Kebumen dan memiliki waktu persiapan yang terbatas, para atlet mampu menunjukkan semangat serta daya juang dalam menghadapi persaingan.
Dari seluruh pertandingan, para pegulat Kebumen meraih satu medali emas, satu medali perak, dan empat medali perunggu.
Fahara Rufaida Waitomukti dari SDN Patukrejomulyo, Kecamatan Mirit, menyumbangkan medali emas pada kelas 39 kilogram Bebas Putri (BPI).
Medali perak diraih Khaliza Zahra Ramadhani dari SMP Negeri 3 Kebumen pada kelas 47 kilogram BPI.
Sementara itu, empat medali perunggu masing-masing diraih Kurnia Tsaalitsah Putri dari MAN 2 Kebumen pada kelas 60 kilogram BPI, Kenzie Deka Dana Diaksa dari SMP Negeri 3 Kebumen pada kelas 66 kilogram Bebas Putra (BPa), Sekar Arum Jati dari MTs Negeri 2 Kebumen pada kelas 42 kilogram BPI, serta Gilang Prasetyo dari SDN Aditirto pada kelas 35 kilogram BPa.
Fahara Rufaida Waitomukti menjadi salah satu atlet yang mencuri perhatian dalam ajang tersebut. Pelajar SDN Patukrejomulyo, Kecamatan Mirit, itu menjalani debutnya pada POPDA tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Fahara mampu melewati sejumlah pertandingan hingga mencapai babak final. Ia kemudian berhadapan dengan pegulat asal Kabupaten Klaten untuk memperebutkan medali emas.
Dalam laga penentuan tersebut, Fahara berhasil mengalahkan lawannya melalui kemenangan angka mutlak. Hasil itu sekaligus memastikan medali emas pertama bagi kontingen Gulat Kebumen.
Pencapaian tersebut menjadi hasil penting bagi Fahara dan tim. Mereka berhasil menunjukkan kemampuan meski menjalani persiapan dalam waktu yang relatif singkat.
Pelatih Gulat Kebumen, Roberto “Betto” Aminudin, mengatakan seluruh atlet membawa semangat untuk memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Kebumen.
“Kami bukan siapa-siapa. Gulat di Kebumen masih baru. Latihannya juga mepet. Tapi anak-anak punya satu hal: mereka mau berjuang untuk Kebumen,” ujar Coach Betto Aminudin.
Roberto menilai perolehan enam medali tersebut dapat menjadi modal sekaligus penyemangat bagi tim untuk meningkatkan pembinaan dan kualitas atlet pada kompetisi berikutnya.
Sementara itu, Ketua Pengkab Gulat Kebumen, Dwiyono Waluyo, juga memberikan apresiasi terhadap perjuangan seluruh atlet, pelatih, official, dan pihak lain yang mendukung keikutsertaan tim dalam POPDA Jateng 2026.
Menurutnya, capaian enam medali tersebut merupakan hasil kerja bersama. Dukungan tidak hanya datang dari atlet dan pelatih, tetapi juga guru, orang tua, serta masyarakat Kabupaten Kebumen.
“Medali ini untuk semua. Untuk guru, untuk orang tua, untuk warga Kebumen yang selama ini mendoakan. Ini bukti, kalau kita mau mulai, kita pasti bisa,” ujar Dwiyono Waluyo.
Perolehan enam medali menjadi catatan awal yang positif bagi perkembangan olahraga gulat di Kabupaten Kebumen. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan potensi atlet pelajar yang selama ini terus mendapatkan pembinaan.
Ke depan, Pengkab Gulat Kebumen berharap pembinaan dapat berjalan lebih terarah dengan dukungan fasilitas olahraga yang memadai serta kesempatan bertanding yang lebih banyak. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pegulat berprestasi.
Prestasi para atlet di POPDA Jateng 2026 juga membuktikan bahwa keterbatasan waktu persiapan tidak menghalangi semangat mereka untuk bersaing. Dari cabang olahraga yang masih berkembang, para pegulat muda Kebumen mampu membawa pulang medali dan mengharumkan nama daerah di tingkat Jawa Tengah.
Enam medali tersebut menjadi pijakan awal bagi perjalanan Gulat Kebumen untuk berkembang lebih jauh. Satu emas, satu perak, dan empat perunggu menjadi bukti bahwa kesempatan, latihan, dan dukungan dapat mendorong atlet muda Kebumen bersaing di level provinsi.







