Blitar, insanimedia.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Jawa Timur kembali menorehkan babak penting dalam sejarah pergerakan nasional. Kepengurusan BEM Nusantara Jawa Timur resmi dikukuhkan, menandai dimulainya sebuah fase kolaborasi baru yang lebih solid, progresif, dan berorientasi pada perubahan nyata.
Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat di Kota Blitar, Jumat (12/12/2025). Acara tersebut dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh penting, antara lain Wali Kota Blitar, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Bakesbangpol Jatim, serta Koordinator Pusat BEM Nusantara, Muksin Mahu.
Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh terhadap eksistensi mahasiswa sebagai mitra strategis pembangunan daerah maupun nasional.
Pengukuhan ini tidak sekadar simbol formal berdirinya struktur kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk meneguhkan peran mahasiswa Jawa Timur. Mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah, penggerak sosial, serta motor penguatan nilai demokrasi.
Muhammad Zainnur Abdillah, Koordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur yang baru saja dikukuhkan, dalam sambutannya menegaskan komitmennya. Pria yang juga menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Merdeka Madiun ini memaparkan bahwa kepengurusan di bawah nahkodanya akan membawa agenda besar yang berfokus pada tiga misi utama:
Penguatan literasi kebangsaan dan integritas, sebagai landasan bagi mahasiswa untuk tetap objektif, progresif, serta berpihak pada nilai keadilan.
Kolaborasi lintas kampus dan daerah, untuk memperkuat jejaring advokasi maupun program pemberdayaan yang inklusif.
Akselerasi gerakan sosial mahasiswa, melalui program-program yang berdampak nyata, terutama pada isu pendidikan, lingkungan, pemberantasan korupsi, dan kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat.
“Pengukuhan hari ini bukan sekadar seremonial, tetapi deklarasi komitmen. Kami siap membawa suara mahasiswa Jawa Timur lebih lantang, lebih terarah, dan lebih solutif,” ungkap Zainnur dengan tegas dalam orasi resminya.
Para tamu undangan menyambut pengukuhan ini dengan penuh optimisme. Kehadiran BEM Nusantara Jawa Timur dalam format yang lebih terstruktur diyakini akan menjadi penyegar ruang demokrasi generasi muda, terutama di tengah dinamika sosial politik yang semakin kompleks. Harapan besar digantungkan agar organisasi ini menjadi pelopor gerakan moral yang cerdas, beretika, dan berbasis data, bukan sekadar gerakan reaktif.
Dengan dikukuhkannya Muhammad Zainnur Abdillah beserta jajarannya, harapan baru bagi gerakan mahasiswa kini terbentang luas. Jawa Timur, yang selama ini dikenal sebagai episentrum pergerakan intelektual dan sosial, kembali memperlihatkan taringnya bahwa kekuatan mahasiswa tetap relevan, berpengaruh, dan siap menjadi kompas moral dalam panggung kebangsaan.







