Serang, insanimedia.id – Koprs HmI-Wati (KOHATI) Komisariat Hukum Untirta memperingati Hari Ibu dengan melakukan kunjungan silaturahmi Bersama lansia ke Balai Perlindungan Sosial Provinsi Banten, Kamis (11/12/2025).
Melalui kunjungan tersebut, Kohati Komisariat Hukum Untirta berinterkasi dengan para lansia, berbagi cerita, membuat kerajinan bunga yang terbuat dari kain. Seluruh rangkaian kegiatan ini dimaknai sebagai upaya meneladani nilai-nilai keibuan, ketulusan, kesabaran, dan kasih saying yang tetap hidup meski usia terus bertambah.
Ketua Umum KOHATI Komisariat Hukum Untirta, Keysha Riandani Putri menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KOHATI dalam memperkuat peran perempuan intelektual muslimah yang tidak hanya aktif dalam ruang akademik, tetapi juga peka terhadap realitas sosial.
“Hari Ibu adalah pengingat bahwa cinta seorang ibu tidak pernah usang oleh waktu. KOHATI ingin hadir membersamai para lansia sebagai bentuk penghormatan dan kemanusiaan,” ujarnya.
Pihak pengelola Dinas Sosial/Panti Lansia menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kepedulian KOHATI yang dinilai mampu menghadirkan suasana hangat dan penuh makna bagi para lansia.
Melalui kegiatan ini, KOHATI berharap semangat kepedulian terhadap lansia dapat terus tumbuh di tengah masyarakat serta menjadikan Hari Ibu sebagai momentum memperkuat nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, dan penghormatan terhadap peran ibu sepanjang hayat.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran lintas generasi, di mana para kader KOHATI mendapatkan pengalaman langsung mengenai pentingnya merawat nilai kemanusiaan di tengah perubahan sosial yang semakin cepat. Kehadiran lansia dipandang bukan sebagai kelompok yang terpinggirkan, melainkan sebagai sumber hikmah, keteladanan, dan sejarah hidup yang patut dihormati.
Selain interaksi sosial, KOHATI turut menegaskan bahwa isu kesejahteraan lansia merupakan bagian dari tanggung jawab kolektif masyarakat dan negara. Melalui pendekatan yang humanis dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kesadaran publik akan pentingnya perlindungan, perhatian psikososial, serta pemenuhan hak-hak dasar lansia.
Secara internal, kegiatan ini juga memperkuat nilai keorganisasian KOHATI sebagai wadah pembinaan perempuan yang berorientasi pada pengabdian umat. Nilai keibuan tidak hanya dimaknai secara biologis, tetapi sebagai spirit kepemimpinan yang berlandaskan empati, kepedulian, dan keberpihakan kepada kelompok rentan.
Dengan menjadikan Hari Ibu sebagai momentum reflektif dan transformatif, KOHATI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan aksi-aksi sosial yang berkelanjutan dan berdampak. Kehadiran di tengah lansia diharapkan menjadi pengingat bahwa kemajuan masyarakat sejatinya diukur dari sejauh mana ia memuliakan mereka yang telah lebih dahulu menempuh perjalanan hidup.







