Minuminum Sini: Seduhan Kopi di Pinggir Rel dan Jejak “Pang” Simbah Agung

Penulis : Sulkhan

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Pernah membayangkan menyeruput mi instan atau kopi hangat dengan “bonus” deru kereta api yang melintas tepat di depan mata? Vibe unik inilah yang ditawarkan oleh warung Minuminum Sini.

Terletak di tepian rel kereta api kawasan Garum, warung ini menjadi magnet baru bagi mereka yang mencari suasana santai namun tak biasa di Kabupaten Blitar.

​Di balik konsep warungnya yang Instagramable, sosok pemiliknya memiliki narasi hidup yang mendalam. Simbah Agung, sang pemilik, bukan sekadar pengusaha kuliner.

Pria dengan rambut bergelombang yang khas ini dikenal sebagai tokoh senior atau “suhu” di komunitas punk Blitar. Selain mengelola warung, ia juga merupakan otak di balik usaha sablon kaos Kronikita. Bagi Simbah, sablon dan warung adalah cara ia merawat kemandirian ekonomi komunitasnya.

​Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Bakul Kumpo, Simbah Agung membagikan kisah inspiratifnya tentang bagaimana ia menjembatani dunia punk dengan pengabdian di PC Ansor Kabupaten Blitar.

Ia menekankan bahwa jiwa punk tidak pernah hilang, terutama dalam hal solidaritas sosial. “Di punk, kami sudah terbiasa berbagi lewat musik peduli sosial. Kami sering mengumpulkan beras dan donasi lewat acara band,” ungkapnya.

Nilai-nilai kemanusiaan inilah yang kemudian membuatnya merasa “klik” saat mengikuti kaderisasi di organisasi Ansor.

​Kini, Minuminum Sini bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang budaya.

Di sela kesibukannya, Simbah Agung masih sering bersinggungan dengan dunia kreatif, termasuk mengkurasi lagu-lagu perjuangan khas punk yang membawa pesan cinta sesama.

Melalui paduan kopi, kaos sablon, dan gemuruh kereta api, Simbah Agung membuktikan bahwa hidayah bisa datang di mana saja, dan identitas “jalanan” bisa bertransformasi menjadi pengabdian yang nyata bagi masyarakat.

Baca Juga :  Mendefinisikan Ulang Pahlawan di Era Digital: Pemuda Blitar Soroti Isu Kepemudaan