Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar terus berupaya menjaga eksistensi seni tradisional di tengah perkembangan zaman. Apalagi saat era digitalisasi yang dapat menggerus budaya lokal yang sudah turun temurun.
Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Pemerintah Kota Blitar telah menganggarkan puluhan juta rupiah untuk menggelar pagelaran wayang kulit. Rencananya pagelaran wayang kulit ini akan dilakukan secara rutin setahun sekali.
Plt Kepala Disbudpar Kota Blitar, Rike Rochmawati, mengatakan pihaknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp60 juta untuk pembinaan dan pagelaran seni wayang. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung dua kali dalam setahun.
“Pagelaran wayang akan digelar pada bulan Juni dalam rangka Hari Lahir Bung Karno dan bulan November untuk memperingati Hari Wayang Nasional,” ujar Rike, Jumat (30/01/2026).
Ia menjelaskan, anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk pementasan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pelestarian seni pewayangan. Menurutnya, seni wayang merupakan warisan budaya yang harus terus dihidupkan, terutama di era modern saat ini.
“Ini menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk menghidupkan dan mempertahankan warisan budaya, khususnya seni pewayangan,” jelasnya.
Selain menyiapkan anggaran, Disbudpar Kota Blitar juga didukung tenaga fungsional kebudayawanan serta tenaga pendukung pelestari budaya. Budpar juga menyiapkan untuk mendampingi para seniman dan budayawan agar seni tradisional tetap berkembang dan diminati masyarakat
“Kami di Budpar jugamemiliki tenaga fungsional budayawan dan tenaga pendukung pelestari budaya yang siap mendampingi seniman dan budayawan di Kota Blitar,” pungkasnya.







