Blitar, insanimedia.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar melalui Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja menggelar program Mantan PKK atau Mandiri dan Tangguh bagi Perempuan Kepala Keluarga. Program ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi perempuan sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi kelompok rentan, khususnya perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Blitar, Yopie Kharisma Sanusi, menjelaskan bahwa Mantan PKK menyasar perempuan yang menanggung nafkah keluarga karena berbagai kondisi, seperti suami meninggal dunia, bercerai, sakit, terkena PHK, atau perempuan lajang yang menafkahi dirinya sendiri maupun keluarganya.
“Perempuan kepala keluarga tidak hanya janda, tapi juga bisa perempuan lajang yang hidup mandiri, atau istri yang suaminya sudah tidak bisa bekerja. Mereka ini kami dorong agar bisa tangguh dan memiliki kemampuan berwirausaha,” jelas Yopie.
Pendaftaran program dibuka mulai 29 Oktober hingga 2 November 2025 melalui formulir daring (Google Form). Setelah masa pendaftaran ditutup, peserta menjalani seleksi administrasi dan wawancara pada 3–4 November 2025. Dari proses ini akan dipilih 30 peserta terbaik untuk mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari, yaitu pada 5–7 November 2025.
Selama pelatihan, peserta dibekali materi kewirausahaan secara menyeluruh. Hari pertama difokuskan pada blocking mental untuk membangun semangat dan kepercayaan diri agar berani keluar dari zona nyaman. Hari kedua diisi dengan praktik membuat produk frozen food, sedangkan hari ketiga membahas strategi pemasaran daring maupun luring, serta pengelolaan keuangan sederhana.
“Kami ingin peserta punya mental kuat, semangat untuk mandiri, dan keterampilan yang bisa langsung diterapkan. Tidak hanya diajarkan berusaha, tapi juga bagaimana memasarkan dan mengatur hasilnya dengan bijak,” ujarnya.
Peserta juga memperoleh fasilitas berupa transportasi, konsumsi, modul pelatihan, dan sertifikat pelatihan kewirausahaan. Meski bukan sertifikat kompetensi, sertifikat tersebut menjadi bukti resmi bahwa peserta telah mengikuti pelatihan dari Disnaker Kabupaten Blitar.
Yopie menuturkan, Mantan PKK merupakan bagian dari upaya Disnaker dalam memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Blitar. Dengan adanya pelatihan ini, para perempuan kepala keluarga diharapkan mampu menciptakan usaha sendiri dan membuka lapangan kerja bagi orang lain.
“Ketika mereka sudah berproduksi dan hasilnya diterima pasar, pasti butuh tenaga tambahan. Dari situ muncul lapangan kerja baru, dan secara tidak langsung membantu menurunkan angka pengangguran,” terang Yopie.
Menurutnya, tingginya pengangguran di kalangan perempuan kepala keluarga disebabkan oleh faktor usia, pendidikan, dan kompetensi yang terbatas. Karena itu, pelatihan ini menjadi langkah nyata untuk memberdayakan mereka agar tetap produktif dan berdaya saing.
“Banyak peserta dari program sebelumnya yang sudah bisa mandiri dan membuka usaha sendiri. Itu bukti bahwa perempuan kepala keluarga juga bisa kuat, tangguh, dan berhasil,” pungkasnya. (riz)







