Blitar, insanimedia.id – Bimbingan Manasik Haji (BMH) di bawah naungan PCNU Kabupaten Blitar gelar persiapan haji 2026. Pada Minggu (26/4/2026), sebanyak puluhan calon jemaah berkumpul di Graha NU Blitar untuk mengikuti Bimbingan Manasik Haji ke-XI yang difokuskan pada simulasi praktik lapangan.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan teknis sebelum keberangkatan jemaah ke Tanah Suci. Fokus utama materi kali ini meliputi tata cara ihram, simulasi tawaf, serta sai guna memastikan jemaah memahami ritme ibadah di tengah kepadatan massa.
Pembimbing Manasik BMH PCNU Kabupaten Blitar, H. Mahrizal Luthfi, menekankan pentingnya penguasaan materi secara mandiri. Menurutnya, pemahaman yang matang akan mengurangi ketergantungan jemaah pada pembimbing saat berada di Mekkah dan Madinah.
”Bimbingan ini merupakan bekal utama agar para jemaah memiliki kemandirian saat menjalankan ibadah. Kami menekankan agar jemaah tidak sekadar menghafal, tetapi benar-benar memahami substansi dan teknis praktiknya sehingga tetap khusyuk dan tidak merasa bingung di tengah kepadatan jemaah dari seluruh dunia,” ujar H. Mahrizal, Minggu (26/4).
Di tengah ratusan peserta, hadir Ibu Alfiah, jemaah asal Kecamatan Doko yang menjadi salah satu peserta tertua (sepuh) dalam angkatan ini. Meski menghadapi tantangan fisik karena usia, semangatnya dalam mengikuti setiap sesi simulasi menjadi inspirasi bagi jemaah lainnya.
Bagi Alfiah, mengikuti manasik di PCNU adalah bagian dari identitasnya sebagai kader Nahdlatul Ulama. Ia menilai pendekatan yang dilakukan pembimbing sangat membantu jemaah lansia dalam menyerap materi yang kompleks.
”Saya merasa bangga menjadi bagian dari kader NU. Bimbingan yang diberikan PCNU sangat detail dan telaten, terutama dalam mendampingi kami yang sudah lanjut usia. Saya berkomitmen untuk terus mengikuti program bimbingan ini hingga tuntas karena manfaatnya sangat signifikan bagi kesiapan mental saya,” tutur Alfiah.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi fisik tidak menjadi penghalang untuk terus menimba ilmu sebelum keberangkatan.
”Saya bertekad berangkat dengan bekal ilmu yang mumpuni agar ibadah di sana dapat terlaksana dengan maksimal,” pungkasnya.







