Blitar, insanimedia.id – Untuk melindungi kesehatan publik, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama sejumlah tokoh masyarakat dan anggota DPR RI, M. Sarmuji, menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat terkait keamanan serta manfaat obat tradisional ini diselenggarakan secara terbuka di Lapangan Sriwijaya, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Rabu (04/03/2026).
Acara ini menjadi langkah konkret pemerintah untuk meningkatkan literasi dan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai produk obat maupun makanan yang beredar luas di pasaran.
Upaya perlindungan konsumen ini dinilai memerlukan sinergi yang kuat antara lembaga pengawas dan pemangku kebijakan. Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Jawa Timur, M. Sarmuji yang hadir meninjau langsung kegiatan tersebut, menekankan pentingnya kemandirian konsumen dalam menjaga kesehatan diri dan keluarganya.
Pria yang juga menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar ini juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang sering kali abai terhadap detail kemasan sebuah produk. “Hidup sehat masyarakat harus aware dengan makanan yang dikonsumsi. Cek label produk olahan hasil pabrikan secara saksama sebelum memutuskan untuk membelinya,” tegas M. Sarmuji di hadapan ratusan peserta KIE.
Senada dengan arahan tersebut, Yuli Ekowati selaku narasumber utama dari pihak BPOM, memaparkan materi yang secara spesifik mengusung tema keamanan dan mutu obat serta makanan. Fokus penekanannya berada pada tren penggunaan obat tradisional yang kerap dianggap aman tanpa pengecekan legalitas lebih lanjut.
Ia memperingatkan adanya potensi bahaya dari produk herbal yang tidak memenuhi standar kelayakan edar. “Tugas kami adalah mengawasi mutu, tetapi masyarakat adalah garda terdepan. Selalu terapkan pengecekan mandiri sebelum mengonsumsi obat tradisional, agar terhindar dari produk berbahaya yang diam-diam dicampur dengan bahan kimia obat,” jelas Yuli Ekowati.
Dukungan terhadap penguatan literasi kesehatan ini juga disuarakan secara tegas oleh perwakilan legislatif di tingkat provinsi. Anggota DPRD Jawa Timur Dapil 7, Jairi Irawan, menilai bahwa pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput merupakan fondasi utama dalam sistem pengawasan obat dan makanan yang efektif.
“Masyarakat Blitar harus menjadi konsumen yang berdaya dan cerdas. Edukasi langsung ke lapangan seperti ini sangat fundamental agar warga kita tidak lagi menjadi korban peredaran obat tradisional palsu yang merugikan kesehatan,” pungkas Jairi Irawan.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan diskusi hangat antara warga dan para pemangku kebijakan. Melalui sosialisasi berkesinambungan di Wlingi dan sekitarnya, diharapkan masyarakat semakin kritis, mandiri, dan proaktif dalam menyeleksi produk kesehatan untuk kehidupan sehari-hari.







