SPPG Butuh Diresmikan, Perkuat Gizi dan Ekonomi Desa

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

 

Purworejo, insanimedia.id — Pemerintah dan masyarakat meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Butuh di Dusun Ketundan, Desa Butuh, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Senin (13/4/2026). Peresmian ini mendorong peningkatan kualitas gizi sekaligus menggerakkan perekonomian desa.

Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setyabudi bersama Staf Ahli Badan Gizi Nasional (BGN), Kolonel (Purn) Kuswanto, menghadiri kegiatan tersebut. Panitia menyelenggarakan acara dengan pemotongan tumpeng, pengguntingan pita, dan peninjauan fasilitas dapur sebagai pusat layanan gizi masyarakat.

Ketua Yayasan Bina Generasi Anak Desa, Mad Fauzi, menyatakan bahwa pihaknya telah mengoperasikan empat unit dapur SPPG. Ia menjelaskan bahwa yayasan terus mengembangkan dapur SPPG di Kecamatan Butuh secara bertahap.

“Di Kecamatan Butuh terdapat sekitar tujuh titik dapur SPPG. Saat ini tiga dapur sudah beroperasi, sementara lainnya dalam tahap pengembangan dan persiapan,” ujarnya.

Pengelola menargetkan dapur SPPG Butuh melayani sekitar 1.750 penerima manfaat dari berbagai sekolah tingkat dasar hingga menengah. Program ini juga akan memperluas layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita guna menekan angka stunting.

Yayasan melibatkan koperasi dan pelaku UMKM dari Desa Butuh, Lubang, dan Andong sebagai pemasok bahan pangan.

“Kami ingin program ini memberi dampak ganda, yakni meningkatkan kualitas gizi sekaligus menghidupkan perekonomian desa,” kata Fauzi.

Pengelola mengoperasikan dapur dengan dukungan 47 relawan dan tiga tenaga profesional. Mereka menargetkan standar operasional kategori “Grade A” dengan fokus pada kualitas layanan, kebersihan, dan keamanan pangan. Tim juga memproses sertifikasi halal dan kelayakan dapur dengan melibatkan tenaga ahli.

Wakil Bupati Dion Agasi Setyabudi mengapresiasi keberadaan SPPG Butuh sebagai bagian dari percepatan program nasional pemenuhan gizi. Ia menyebutkan bahwa cakupan penerima manfaat di Purworejo masih sekitar 50 persen dari target.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, KAI Daop 7 Madiun Operasikan KA Tambahan, Berikut Kereta Tambahannya

“Saat ini cakupan penerima manfaat di Purworejo masih sekitar 50 persen dari target. Kami akan terus mendorong percepatan agar seluruh dapur dapat segera beroperasi optimal,” ujarnya.

Pemerintah daerah menekankan pentingnya pengelolaan limbah, standar higienitas, dan sertifikasi halal agar program berjalan berkelanjutan dan berkualitas.

Staf Ahli BGN Kuswanto menilai dapur SPPG sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi masa depan. Ia menegaskan pentingnya prioritas layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Kelompok ini sangat menentukan kualitas generasi mendatang. Asupan gizi sejak masa kehamilan menjadi kunci lahirnya generasi unggul,” tegasnya.

Data menunjukkan sekitar 60 dapur SPPG telah beroperasi di Kabupaten Purworejo, dengan lebih dari 100 unit jika termasuk yang masih dalam tahap pembangunan. Program SPPG menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi merata.

Kolaborasi antara pemerintah, yayasan, relawan, dan masyarakat menjadikan SPPG Butuh sebagai simbol kemandirian desa dalam mengatasi persoalan gizi sekaligus menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan.