Blitar, insanimedia.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap penyakit pencernaan selama musim kemarau. Penurunan debit air di sejumlah wilayah dinilai dapat memengaruhi kualitas sumber air yang digunakan warga sehari-hari.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto mengatakan sumber air yang menyusut saat kemarau lebih rentan tercemar bakteri berbahaya, termasuk E. coli yang sering menyebabkan diare. Kondisi air yang keruh dan tidak mengalir juga dapat menjadi tempat berkembangnya kuman penyakit.
“Ketika debit air turun, kualitas air biasanya ikut menurun. Ini yang harus diwaspadai masyarakat,” ujatnya , Jumat (15/5)
Dinkes Kabupaten Blitar mengimbau warga agar lebih berhati-hati dalam memakai air untuk kebutuhan konsumsi. Masyarakat diminta merebus air minum dan air untuk memasak hingga benar-benar matang agar bakteri penyebab penyakit dapat mati.
Selain itu, warga juga diminta tidak menggunakan air sungai yang kotor maupun mulai surut untuk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk diminum dan memasak.
Dinkes Kabupaten Blitar terus melakukan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat. Petugas juga memantau perkembangan penyakit berbasis lingkungan melalui sistem kewaspadaan dini serta melakukan pengecekan kualitas air di sejumlah daerah.
“Kami juga sudah menyiapkan obat-obatan di puskesmas apabila terjadi peningkatan kasus selama musim kemarau,” jelas Anggit.







