Purworejo, insanimedia.id – Kisah keluarga yang tinggal di rumah terpal di Desa Tursino, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo menarik perhatian publik setelah viral di media sosial dan mendorong berbagai pihak segera mengambil tindakan nyata.
Seorang wanita, Juariyah memimpin keluarga tersebut dan menjalani kehidupan dengan merantau bersama suami serta anak-anaknya. Saat ini, suaminya tidak berada di rumah sehingga ia menanggung tanggung jawab sendiri untuk menghidupi dan merawat delapan anaknya.
Juariyah mengungkapkan permohonan maaf karena kisah hidupnya menjadi sorotan masyarakat luas. Ia juga menjelaskan perjalanan hidupnya yang penuh tantangan. Sejak awal merantau dengan tiga anak dengan harapan memperbaiki kondisi ekonomi, namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan hingga akhirnya ia kembali ke kampung halaman dengan delapan anak.
Setelah kembali ke Desa Tursino, keluarga ini sempat tinggal di bangunan milik desa, tetapi mereka harus pindah karena adanya pembangunan. Juariyah kemudian tinggal sementara bersama saudara, namun ia memilih tidak bergantung terlalu lama.
Dalam kondisi terbatas, Juariyah membangun tempat tinggal sederhana dari terpal sebagai tempat berlindung bersama anak-anaknya. Tidak lama setelah menempati tempat tersebut, kondisi mereka menjadi viral dan memunculkan simpati masyarakat luas.
Pemerintah melalui Dinas Sosial, camat, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Purworejo langsung turun ke lokasi untuk menangani kondisi tersebut. Bupati dan Wakil Bupati, Dion Agasi Setiabudi, turut memastikan proses penanganan berjalan cepat dan tepat.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama relawan juga datang langsung ke lokasi. Tim Reaksi Cepat (TRC) “Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah” yang dipimpin Ketua Umum Bustanul Arifin segera bergerak setelah menerima laporan.
Pemerintah dan relawan memberikan bantuan berupa sembako, pakaian, kasur, dan selimut untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Selain itu, mereka juga menyiapkan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk menyediakan hunian yang lebih layak.
Untuk sementara waktu, pemerintah memindahkan keluarga Ibu Juariyah ke rumah Kepala Desa Tursino agar mereka tinggal di tempat yang lebih aman sambil menunggu pembangunan rumah permanen.
Pemerintah juga memperhatikan masa depan anak-anak dengan merencanakan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat agar mereka tetap memiliki peluang meraih kehidupan yang lebih baik.
Langkah cepat ini menunjukkan kehadiran kepemimpinan yang responsif terhadap kondisi masyarakat. Peristiwa yang awalnya viral kini berubah menjadi aksi nyata yang memberikan harapan baru bagi keluarga Ibu Juariyah serta menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial dalam membantu sesama.







