Blitar, insanimedia.id – Harga minyak goreng di Kota Blitar mengalami kenaikan sejak awal April 2026. Para pelaku usaha merasakan tidak hanya kenaikan harga, tetapi juga gangguan pasokan, khususnya untuk minyak subsidi.
Pemilik Toko Bali Jaya, Budi Setiawan, menyampaikan bahwa hampir seluruh minyak goreng kemasan mengalami kenaikan harga setelah Lebaran.
“Semua naik. Mulainya awal April setelah Lebaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga mencapai sekitar 5 persen. Harga minyak goreng kemasan ukuran 1 hingga 2 liter yang sebelumnya sekitar Rp24 ribu kini meningkat menjadi sekitar Rp25 ribu.
Selain itu, pedagang juga menjual minyak goreng curah dengan harga sekitar Rp20 ribu per kilogram, naik dari Rp19.500 sebelum Lebaran.
Budi mengungkapkan bahwa stok minyak subsidi “Minyak Kita” di tokonya kosong sejak bulan puasa hingga sekarang.
“Minyak Kita kosong. Sudah dari puasa sampai sekarang belum dapat,” katanya.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar memastikan ketersediaan minyak goreng di pasaran tetap aman.
Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto, menyatakan bahwa stok “Minyak Kita” masih tersedia di pasar tradisional dan distribusinya tetap berjalan dengan dukungan Bulog.
“Tidak, aman kok. Di pasar tradisional masih ada, kemarin juga baru didistribusikan dari Bulog,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Bulog telah menyalurkan minyak goreng kepada para pedagang dengan alokasi rata-rata lima dus untuk setiap pedagang.
“Dari Bulog itu dibagi, satu pedagang rata-rata mendapat lima dus,” jelasnya.







