Balita di Kediri Meninggal, Diduga Jadi Korban Kekerasan

Penulis : Andy

Insani Media

Kediri, insanimedia.id – Warga Lingkungan Baubendo, Kelurahan Ngeronggo, Kota Kediri, digegerkan oleh meninggalnya seorang balita laki-laki berusia sekitar 5 tahun di dalam rumahnya. Korban bernama Nizar diduga mengalami tindak kekerasan setelah ditemukan sejumlah luka mencurigakan di tubuhnya.

Warga yang merasa ada kejanggalan segera melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Polres Kediri Kota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban ke RS Bhayangkara Kediri guna memastikan penyebab kematian melalui pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan tiga orang yang berada di dalam rumah, yakni ibu korban HY (40), ayah tiri WT (40), serta nenek SM (55), untuk dimintai keterangan.

Ketua RW 06, Baharudin Yusuf, menjelaskan bahwa warga mulai curiga saat keluarga meminta bantuan pada sore hari menjelang Maghrib. Saat diperiksa, kondisi korban diduga sudah tidak bernyawa.

“Saya ditelepon warga sekitar jam 06.15. Kondisinya sudah meninggal. Warga dimintai tolong lihat jam 05.30. Yang paling parah itu di bawah pelipis mata, memar seperti gosong, di perut juga banyak memar-memar,” ungkapnya kepeda sejumlah wartawan Kamis (16/04/2026) dini hari tadi.

Saat kejadian berlangsung, ibu korban diketahui sedang bekerja sebagai tukang pijat, sementara ayah tirinya bekerja sebagai buruh bangunan. Di dalam rumah hanya terdapat korban, kakaknya, serta sang nenek.

Informasi dari warga menyebutkan bahwa korban merupakan anak dari tiga bersaudara yang dibawa ibunya dari Kalimantan sekitar satu tahun lalu. Sang ibu kemudian menikah lagi dengan WT, ayah tiri korban. Keluarga tersebut diketahui hidup dalam kondisi ekonomi yang terbatas.

Selain itu, warga juga mengungkap bahwa selama tinggal di lingkungan tersebut, korban belum memiliki akta kelahiran. Upaya pengurusan administrasi kependudukan oleh pihak RW kerap terhambat karena sikap keluarga yang tertutup.

Baca Juga :  Razia Tambang Pasir Ilegal di Kali Bladak Blitar, Pemilik Alat Berat Mendapat Ampunan Polisi