Dinkes Kota Blitar Minta 3 Pasien Kasus TB Resistan Obat Taat Berobat

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar meminta seluruh penderita tuberkulosis (TB) menjalani pengobatan hingga selesai sesuai anjuran tenaga medis. Kepatuhan dalam mengonsumsi obat dinilai penting untuk mencegah munculnya Tuberkulosis Resistan Obat (TBRO), yaitu kondisi ketika bakteri TB tidak lagi mempan terhadap obat standar sehingga proses penyembuhannya menjadi lebih sulit.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Blitar, Silvia Dewi Kusumawati, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 358 pasien TB aktif yang masih menjalani terapi di berbagai fasilitas layanan kesehatan. Mereka menjalani pengobatan di puskesmas, rumah sakit, maupun praktik dokter mandiri.

“Semua pasien TB yang terdata dipastikan mendapatkan perawatan dan pemantauan rutin dari tenaga kesehatan. Mereka tidak hanya orang dewasa, tetapi juga ada pasien anak-anak,” ujarnya.

Silvia menjelaskan, pengobatan TB membutuhkan waktu yang cukup panjang sehingga pasien harus disiplin mengonsumsi obat setiap hari sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Selain itu, pasien juga perlu menerapkan pola hidup sehat agar proses penyembuhan berjalan optimal.

Ia menambahkan, penghentian terapi sebelum pasien dinyatakan sembuh dapat memicu terjadinya TB Resistan Obat. Kondisi tersebut muncul ketika bakteri penyebab TB menjadi kebal terhadap obat lini pertama sehingga pengobatan berikutnya membutuhkan waktu lebih lama, lebih rumit, dan biaya yang lebih besar.

“Kalau pengobatan terputus sebelum waktunya, bakteri bisa menjadi kebal terhadap obat. Akibatnya pengobatan menjadi lebih lama, lebih berat, dan membutuhkan biaya yang lebih besar,” jelas Silvia.

Untuk mencegah kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Blitar terus memberikan pendampingan dan edukasi kepada pasien beserta keluarganya. Petugas kesehatan juga melakukan pemantauan serta kontrol secara berkala agar pasien tetap mematuhi seluruh rangkaian terapi hingga selesai.

Baca Juga :  Aksi Bergizi, Strategi Dinkes Kota Blitar Jaga Kesehatan Remaja

Silvia mengungkapkan, hingga kini Kota Blitar mencatat tiga pasien yang mengalami TB Resistan Obat. Seluruh kasus tersebut terjadi karena pasien tidak menyelesaikan pengobatan TB sesuai ketentuan.

“Kami terus mengingatkan pasien agar tidak putus obat. Karena ketika sudah masuk kategori TBRO, penanganannya jauh lebih kompleks dibanding TB biasa,” pungkasnya.