Juara Dunia Panjat Tebing Asal Kediri Bidik Emas Asian Games 2026

Penulis : Andy

Insani Media

Kediri, insanimedia.id– Atlet panjat tebing asal Kota Kediri, Putra Tri Ramadani, langsung mengalihkan fokusnya ke ajang Asian Games 2026 di Jepang setelah meraih medali emas pada Climbing Series Praha 2026. Mahasiswa semester 4 Universitas Muhammadiyah Surabaya itu menargetkan medali emas dalam pesta olahraga Asia yang dijadwalkan berlangsung pada akhir September mendatang.

Target tersebut menjadi bagian dari persiapan jangka panjang Putra untuk tampil di Olimpiade Los Angeles (LA) 2028. Untuk meningkatkan performa, atlet yang akrab disapa Srondeng itu akan menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang di Bekasi.

“Target terdekat ke Asian Games besok di Jepang, mungkin akhir September. Persiapannya nanti kami ada Pelatnas di Bekasi. Targetnya memang jangka panjang untuk Olimpiade LA 2028,” ujar Putra saat ditemui di Gelanggang Olahraga (GOR) Jayabaya, Kediri, Kamis (16/7/2026) sore.

Putra mengungkapkan bahwa persaingan di Asian Games akan berlangsung ketat. Menurutnya, atlet dari Cina, Korea, dan Jepang menjadi lawan yang paling patut diwaspadai. Ia juga menyebut babak semifinal sebagai tantangan terbesar karena tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan fase lainnya.

“Kalau di kualifikasi dan final saya masih bisa mengendalikan diri, tetapi di semifinal jalurnya jauh lebih susah dan peluang masuk final lebih kecil,” jelas atlet penyuka kuliner Tahu Tek Kediri tersebut.

Di sela jadwal Pelatnas dan perkuliahan yang memperoleh dispensasi, Putra menyempatkan pulang ke Kota Kediri untuk memberikan motivasi kepada atlet-atlet muda. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan harapannya agar fasilitas panjat tebing di daerahnya mendapat perhatian karena kondisi saat ini dinilai belum memadai dan berisiko terhadap keselamatan atlet.

“Faktor keamanan dan keselamatan juga harus benar-benar mendapat diperhatikan karena rawan poin jatuh. Harapan saya, semoga pemerintah atau pihak terkait bisa membantu memperbaiki fasilitas dinding panjat kita agar atlet daerah bisa lebih semangat,” ungkap Putra, yang mengenal panjat tebing sejak kelas 3 SD tersebut.

Baca Juga :  Maarten Paes, Penjaga Gawang Timnas Indonesia asal Kediri

Pendiri Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kediri, Sri Wibowo, mengaku bangga atas prestasi yang diraih Putra Tri Ramadani. Ia mengenang perjuangan membangun pembinaan panjat tebing di Kediri yang berawal dari kondisi serba terbatas.

“Jujur saya sangat terharu. Kita memulainya dari nol, nyaris tak memiliki apa-apa. Sarana yang kita miliki awalnya hanya bersumber dari bantuan 15 juta rupiah, yang kemudian kita kembangkan menjadi tembok panjat tebing yang ada saat ini,” kata Sri Wibowo yang juga menjabat sebagai Wasekum KONI Kota Kediri.

Sri Wibowo menjelaskan, dukungan anggaran dari KONI saat ini masih diprioritaskan untuk pembinaan atlet usia dini melalui program Sentra Latihan Kota. Meski fasilitas latihan masih perlu ditingkatkan, ia menilai keberhasilan Putra membuktikan bahwa kerja keras dan semangat pantang menyerah mampu menghasilkan prestasi dunia meski dengan keterbatasan sarana.