Blitar, insanimedia.id – LPKA Kelas I Blitar terus mengembangkan pembinaan keterampilan bagi Anak Binaan dengan memberikan ruang untuk mempraktikkan kemampuan yang telah diperoleh melalui pelatihan. Salah satunya melalui layanan Barbershop Anak Binaan yang menjadi sarana mengasah keahlian pangkas dan tata rambut.
Kepala LPKA Kelas I Blitar, Jaka Prihatin, mengatakan pembinaan keterampilan tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi perlu dilanjutkan dengan praktik agar kemampuan yang dimiliki Anak Binaan semakin terasah. Keterampilan Barbershop sebelumnya diperoleh melalui pelatihan yang dilaksanakan LPKA Kelas I Blitar bekerja sama dengan AirNav Indonesia. Setelah mengikuti pelatihan, Anak Binaan diberikan kesempatan menerapkan kemampuan tersebut melalui layanan Barbershop.
Sebanyak delapan Anak Binaan terlibat dalam layanan tersebut, baik sebagai pengguna maupun sebagai Anak Binaan yang bertugas memberikan jasa pangkas rambut. Praktik ini sekaligus melatih ketelitian, kerapian, kebersihan, komunikasi, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan.
“Kami ingin keterampilan yang sudah diperoleh Anak Binaan melalui pelatihan benar-benar dapat diterapkan. Karena itu, kami memberikan ruang untuk praktik secara langsung sehingga mereka tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga pengalaman dan kepercayaan diri dalam menggunakan keterampilan tersebut,” ujar Jaka.
Sementara itu, Staf Pendidikan dan Latihan Keterampilan LPKA Kelas I Blitar, Satrio Sakti, mengatakan layanan Barbershop menjadi bagian dari keberlanjutan pembinaan agar keterampilan yang telah diperoleh tidak berhenti pada tahap pelatihan. Menurutnya, praktik langsung memberikan pengalaman bagi Anak Binaan untuk mengembangkan kemampuan teknis sekaligus membangun sikap kerja. Mereka belajar memberikan pelayanan dengan memperhatikan hasil pangkas, kebersihan, kerapian, serta komunikasi dengan pengguna layanan.
“Sebelumnya, Anak Binaan telah mendapatkan pelatihan Barbershop melalui kerja sama dengan AirNav Indonesia. Saat ini keterampilan tersebut kami berikan ruang untuk terus dipraktikkan melalui layanan Barbershop. Jadi, Anak Binaan tidak hanya menerima layanan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menerapkan keterampilan yang sudah dipelajari, belajar memberikan pelayanan, dan membangun kepercayaan diri,” kata Satrio.
“Kami berharap keterampilan ini bisa menjadi salah satu bekal positif bagi Anak Binaan untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat,” pungkasnya. (riz)







