BLITAR, INSANIMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Blitar terus memacu sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui pengembangan desa wisata unggulan. Strategi ini terbukti efektif menarik minat pelancong, di mana data Profil Daerah mencatat lonjakan kunjungan wisatawan domestik mencapai 3.272.571 orang pada tahun 2024. Capaian ini menjadi fondasi bagi desa-desa untuk mentransformasi kearifan lokal menjadi daya tarik wisata edukasi dan budaya.
Integrasi Agrowisata dan Alam di Lereng Kelud
Salah satu destinasi yang menonjol adalah Desa Tulungrejo yang terletak di lereng Gunung Kelud. Desa ini menawarkan paket wisata berbasis kawasan yang mengintegrasikan kesejukan Hutan Pinus Loji dengan pengalaman agrowisata. Wisatawan dapat merasakan sensasi petik dan olah kopi secara tradisional, petik lemon, hingga bercocok tanam di sawah terasiring.
Selain agrowisata, Tulungrejo memperkuat identitasnya melalui wisata spiritual di Pura Sapto Argo Sido Langgeng dan keasrian Air Terjun Coban Tekik. Pendekatan multidimensi ini bertujuan menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Inovasi Literasi dan Budaya di Plosorejo
Berbeda dengan Tulungrejo, Desa Plosorejo di Kecamatan Kademangan mengusung tema unik berupa perpaduan wisata literasi, budaya, dan alam. Desa ini memiliki daya tarik berupa Perpustakaan Desa “Samudra Pustaka” dan tradisi Kirab Panji Pusaka. Dari sisi alam, keberadaan Goa Sanuari menjadi pelengkap bagi wisatawan yang mencari pengalaman eksplorasi gua di wilayah selatan.
Prestasi dan Stabilitas Sektor Ekonomi Kreatif
Keberhasilan pengelolaan desa wisata di Blitar juga diakui di tingkat nasional. Desa Semen, misalnya, berhasil meraih prestasi masuk dalam 10 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 kategori Desa Wisata Maju. Desa yang berada di ketinggian 700 mdpl ini menawarkan program live in dan paket edukasi yang dikelola secara profesional.
Pengembangan desa wisata ini berjalan beriringan dengan stabilitas sektor industri pengolahan dan UMKM. Per semester I tahun 2025, tercatat sebanyak 28.576 unit industri beroperasi di Kabupaten Blitar, yang menjadi penyokong produk oleh-oleh dan fasilitas pendukung di kawasan wisata. Sinergi antara potensi alam dan penguatan kapasitas masyarakat desa diproyeksikan akan terus menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah di masa depan.







