Blitar, insanimedia.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar mencatat 345 kunjungan masyarakat sepanjang 2026. Jumlah tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan 2025 yang hanya mencatat 114 kunjungan.
Capaian itu sekaligus menjadi angka kunjungan tertinggi dalam lima tahun terakhir. Sebagai pembanding, BPS Kota Blitar hanya mencatat 46 kunjungan pada 2022.
Kepala BPS Kota Blitar Hanung Pramusito mengatakan, masyarakat paling banyak memanfaatkan layanan konsultasi. Dari total kunjungan tersebut, sebanyak 290 orang datang untuk berkonsultasi.
“Kalau dilihat trennya, memang terus naik setiap tahun. Tapi lonjakan paling signifikan itu terjadi di 2026 ini, hampir tiga kali lipat dari tahun lalu,” ujar Hanung.
Jumlah pengunjung layanan konsultasi tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan layanan lainnya. Layanan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mencatat 22 pengunjung, sedangkan layanan perpustakaan dan layanan umum masing-masing menerima 15 pengunjung. Sementara layanan pengaduan hanya mencatat tiga kunjungan.
“Dari total 345 kunjungan, hampir 85 persennya itu untuk konsultasi. Sisanya baru layanan DTSEN, perpustakaan, layanan umum, dan pengaduan,” katanya.
BPS Kota Blitar mencatat seluruh data tersebut melalui dashboard monitoring pengunjung Pelayanan Statistik Terpadu (PST) BPS serta Layanan Kompak BPS yang berada di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Blitar.
Hanung menjelaskan, sebagian besar masyarakat yang datang untuk berkonsultasi sebenarnya membahas persoalan DTSEN. Konsultasi tersebut kemudian berlanjut pada permintaan pembaruan atau updating data.
“Dari yang konsultasi ini sebagian besar juga konsultasi terkait DTSEN. Ujungnya ke updating DTSEN, Mas,” pungkasnya.







