Gus Jhohan Sabiq: Liga Santri Jadi Wadah Santri Blitar Berprestasi dan Junjung Sportivitas

Penulis: Sulkhan Z

Insani Media

BLITAR, insanimedia.id — Turnamen Futsal Liga Santri 2026 perebutan Bupati Cup resmi bergulir di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Senin (12/10/2026). Ajang bergengsi tingkat pesantren ini dibuka secara resmi melalui prosesi tendangan bola pertama ( kick-off ) simbolis oleh Bupati Blitar, Rijanto.

​Ketua Panitia Pelaksana, Gus Jhohan Sabiq, menegaskan bahwa kompetisi ini dirancang bukan semata-mata untuk mengincar kemenangan skor di papan pertandingan, melainkan sebagai wadah nyata bagi para santri untuk menunjukkan nilai-nilai sportivitas dan menorehkan prestasi.

​”Kami ingin santri tidak hanya kuat (mengaji) di pesantren, tetapi juga tangguh dan sportif saat berada di lapangan. Menang itu bonus, yang paling utama adalah pengalaman dan nilai kebersamaan,” ungkap Gus Jhohan Sabiq saat menyampaikan laporan kepanitiaan di hadapan para tamu undangan dan ratusan peserta.

Opening ceremony futsal liga santri
Bupati Blitar bersama jajaran Forkopimda dan pengurus PCNU menghadiri pembukaan Liga Santri 2026.

​Secara teknis, Gus Jhohan menjelaskan bahwa turnamen ini berlangsung singkat namun padat selama tiga hari. Babak penyisihan fase grup digelar pada 12 hingga 13 Oktober. Puncak ketegangan akan terjadi pada 14 Oktober, di mana babak 16 besar hingga laga final akan dituntaskan dalam satu hari penuh.

​Pesan Akhlak dan Pembibitan Atlet

​Dukungan moral bagi para santri yang bertanding juga datang dari Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar, Kiai Muqorrobin. Ia mengingatkan bahwa ajang olahraga harus dijadikan sarana mempererat ikatan persaudaraan (ukhuwah) sekaligus wadah menempa karakter.

​”Pertandingan ini adalah cara kita merawat persaudaraan. Menang atau kalah itu hal biasa, yang terpenting adalah akhlaknya harus tetap terjaga,” pesannya.

​Sementara itu, dari sudut pandang pembinaan olahraga, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar sekaligus Wakil Bupati Blitar, Beky Herdiansah, menaruh harapan besar pada ajang ini. Ia optimistis Liga Santri mampu menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya atlet-atlet muda potensial dari kalangan santri.

Baca Juga :  Ini 3 Besar Calon Sekda Kabupaten Blitar, Siapa yang Dipilih Bupati Rijanto ?

​”Siapa tahu dari lapangan ini akan muncul bibit-bibit atlet yang kelak mampu mengharumkan nama Blitar di kancah yang lebih tinggi,” harap Beky.

​Menutup rangkaian sambutan, Bupati Blitar Rijanto mewanti-wanti seluruh tim peserta agar senantiasa menjaga etika selama pertandingan berlangsung. “Bertandinglah dengan jujur dan tetap junjung tinggi akhlak santri, karena itulah ciri khas yang membedakan santri di mana pun mereka berada,” tegasnya.

​Rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional

​Acara pembukaan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 14.05 WIB tersebut berjalan khidmat. Rangkaian acara dimulai dengan penyambutan tamu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan, penyampaian laporan panitia, hingga sambutan-sambutan. Usai doa bersama yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas Kepala Kemenag, A. Zamroni, Bupati Rijanto bersama para tamu undangan langsung menuju area lapangan untuk melakukan kick-off pembuka di hadapan para pemain.

​Kompetisi futsal ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan semarak menjelang peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober.

​Hari Santri sendiri telah ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 sebagai bentuk pengakuan negara atas besarnya peran santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan, merujuk pada dikeluarkannya fatwa Resolusi Jihad oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Kini, sepuluh hari sebelum puncak peringatan tersebut, para santri di Blitar telah lebih dulu turun ke lapangan untuk bertanding secara sportif.