Harga Plastik Melonjak, Pemkot Blitar Dorong Pengurangan Penggunaan

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id- Pemerintah Kota Blitar mencatat lonjakan harga plastik setelah Lebaran dengan kenaikan pada berbagai jenis kemasan yang mencapai 50 hingga 80 persen. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Parminto, menyampaikan bahwa kenaikan tertinggi terjadi pada kantong plastik kresek.

Harga kantong kresek yang sebelumnya Rp28 ribu per kilogram meningkat menjadi Rp42 ribu, lalu kembali naik hingga Rp58 ribu. “Kenaikan paling tinggi terjadi pada kresek. Sementara jenis lain juga ikut naik,” ujarnya, Rabu (15/4).

Selain kresek, pelaku usaha juga mengalami kenaikan harga pada kemasan lain. Harga twin wall atau kotak plastik bening naik sekitar Rp1.000 per 10 pack, sedangkan gelas plastik meningkat sekitar Rp1.500 per 50 buah. Kenaikan juga terjadi pada bahan pendukung lain seperti kertas dan tisu.

Parminto menjelaskan bahwa ketergantungan pada bahan baku impor menjadi penyebab utama kenaikan harga plastik. “Karena bahan dasarnya impor, ini menjadi domain pemerintah pusat. Di daerah kami lebih pada bagaimana menyikapi kondisi ini,” katanya.

Sebagai respons, Pemerintah Kota Blitar menerapkan kebijakan berdasarkan Perwali Nomor 21 Tahun 2023 tentang pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Pemerintah juga menggalakkan program diet plastik dengan memberikan edukasi kepada masyarakat agar mengurangi pemakaian plastik dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah mengimbau para pedagang untuk beralih menggunakan bahan ramah lingkungan sebagai pengganti plastik. “Kami mengimbau pedagang bisa menggunakan bahan non plastik untuk membungkus jualannya,” ujar Parminto.

Selain itu, pemerintah mendorong masyarakat untuk mengubah kebiasaan berbelanja dengan membawa wadah sendiri. “Termasuk pembeli diharapkan membawa tas atau wadah belanja non plastik,” tambahnya.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat mengurangi ketergantungan terhadap plastik, terutama di tengah kenaikan harga yang terus terjadi. “Kami berharap kondisi ini bisa menjadi momentum untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Blitar Luncurkan 3 Mobil Jenazah Gratis, Urus Warga Mulai dalam Kandungan hingga Meninggal