Menjaga Nadi Tradisi di Kebun Seni, saat Dalang Cilik Blitar Mengambil Alih Panggung

Penulis : Sulkhan Z.

Insani Media

Blitar, insanimedia.id  — Di tengah gempuran tren digital yang serba instan, sebuah sudut di Kabupaten Blitar bersiap menjadi saksi bisu regenerasi budaya yang tak main-main. Tajuknya megah: “Kebun Seni: The Next Master of Wayang Shadow”.

Perhelatan ini bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan sebuah pernyataan bahwa seni tradisi menolak mati di tangan generasi alfa dan milenial.

​Berpusat di Rumah Blitar Kreatif Wlingi, acara yang berlangsung selama tiga hari, 29-31 Januari 2026 mendatang. Acara ini menawarkan oase bagi para pencinta estetika visual dan pertunjukan.

Gelaran acara dimulai sejak pukul 07.00 hingga 22.00 WIB. Kebun Seni mengolaborasikan berbagai elemen, mulai dari pameran seni rupa, produk kerajinan lokal, hingga puncaknya, unjuk gigi tujuh dalang cilik berbakat.

​Lahir sebagai respons kreatif seniman Blitar untuk tetap bertahan sejak masa pandemi, Kebun Seni kini berevolusi menjadi ruang kolaborasi lintas disiplin.

Berdasarkan pantauan rundown acara, hari pertama akan dibuka dengan dinamika musik dari Xiola Music Course hingga atraksi teatrikal Sanggar Laras Patria.

Namun, magnet utama bagi audiens milenial mungkin terletak pada screening film dan performa DJ Stevendro yang menutup malam pertama, membuktikan bahwa tradisi bisa bersanding mesra dengan gaya hidup urban. ​Memasuki hari kedua dan ketiga, suasana akan lebih kental dengan edukasi.

Program “Edukasi Game Wayang” menjadi jembatan menarik untuk memperkenalkan pakem pewayangan melalui media yang lebih akrab bagi anak muda.

Puncaknya, penampilan beruntun para “Master of Wayang Shadow” cilik akan memperlihatkan betapa luwesnya jemari bocah-bocah ini memainkan tokoh mahabharata di balik kelir.

​Tak hanya panggung pertunjukan, sisi lain lokasi akan dipenuhi oleh instalasi seni rupa dari nama-nama seperti Yudi Yu-mime, Ayyu Art, hingga Komunitas Bonsai Wlingi.

Baca Juga :  Banjir Sumatra, Dosen Psikologi UNU Blitar: Pemulihan Trauma Korban Bencana di Sumatera Harus Mulai dari "Perut"

Bagi pengunjung yang mencari buah tangan khas, deretan produk kerajinan lokal dan kaos eksklusif Kebun Seni siap memanjakan mata.

​Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem seni di Blitar terus “berdaya dan berjaya”.  Kebun Seni bukan lagi sekadar pelipur lara pascapandemi, melainkan investasi budaya jangka panjang.

Di sini, di Wlingi, kita tidak hanya menonton wayang, kita sedang melihat masa depan kebudayaan Indonesia sedang dirajut kembali.