Blitar, insanimedia.id – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah di Jalan Asngari, Lingkungan Bence II, RT 02/RW 03, Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Rabu (9/9/2026). Petugas pemadam kebakaran mengerahkan dua unit kendaraan untuk menangani kobaran api.
Kasi Damkar Kabupaten Blitar, Tedy Prasojo, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat kejadian, rumah milik Joko Budiono, 53, dalam kondisi kosong.
“Petugas menerima laporan kebakaran sekitar pukul 09.11 WIB dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman,” kata Tedy.
Kebakaran pertama kali diketahui Sujianto, 65, warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi. Saat itu, saksi melihat kepulan asap tebal keluar dari bagian atap rumah Joko.
Sujianto kemudian berteriak meminta pertolongan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Sementara itu, saksi lain bernama Lisma menghubungi Lurah Bence, Yetty Oktavia Koesoema Dewi. Setelah menerima informasi tersebut, lurah kemudian meneruskan laporan kepada layanan pemadam kebakaran.
Petugas piket Damkar Kabupaten Blitar segera menyiapkan peralatan dan menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas langsung melakukan pemadaman sekaligus memutus jalur api agar kobaran tidak merembet ke bagian dapur rumah.
“Petugas langsung melakukan pemadaman dan mengupayakan agar api tidak menjalar ke bagian lain rumah. Kami mengerahkan dua unit kendaraan pemadam kebakaran dalam penanganan ini,” jelas Tedy.
Petugas bersama Muspika dan warga sekitar membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menjinakkan api. Setelah proses pemadaman selesai, petugas melakukan pemeriksaan awal terhadap bagian rumah yang terbakar.
Kebakaran menghanguskan ruang tamu dan salah satu kamar tidur yang berada di bagian samping rumah. Api juga membakar rangka serta atap rumah yang terbuat dari kayu.
Selain bagian bangunan, sejumlah barang milik korban turut terbakar. Barang tersebut antara lain satu lemari pakaian, satu unit televisi, serta sejumlah dokumen penting seperti BPKB sepeda motor dan ijazah sekolah anak korban.
Berdasarkan identifikasi sementara, petugas menduga kebakaran bermula dari korsleting listrik di kamar tidur. Api kemudian merembet ke tempat tidur atau kasur hingga membesar dan membakar bagian rumah lainnya.
“Untuk penyebab sementara diduga berasal dari korsleting listrik di kamar tidur. Api kemudian merembet ke kasur dan membakar bagian rumah,” ujar Tedy.
Saat kebakaran terjadi, Joko diketahui sedang keluar rumah untuk mencari pekerjaan. Sementara istrinya, Surya, sedang bekerja sebagai tukang masak di Yayasan Al Hikmah Bence.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerusakan pada bagian rumah dan sejumlah barang milik korban.
Total kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta. Petugas mengingatkan masyarakat untuk memeriksa kondisi instalasi listrik secara berkala guna mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting.







