Blitar, insanimedia.id – Ada dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berhenti beroperasi. Beruntungnya saat ini sudah memasuki musim libur, sehingga tidak banyak berpengaruh pada penerima manfaat.
Koordinator Wilayah SPPI Ka SPPG Kota Blitar, Imam Samsudin, menegaskan bahwa penghentian sementara operasional dua dapur SPPG di Kota Blitar tidak disebabkan oleh kendala serius. Ia menyebut, persoalan yang terjadi murni karena faktor antrean pencairan dana dari pemerintah pusat, terlebih menjelang akhir tahun anggaran.
Menurut Imam, seluruh proposal pengajuan operasional dari masing-masing SPPG sebenarnya telah disetujui. Namun, proses pencairan masih harus menunggu giliran sehingga berdampak pada keberlangsungan operasional sebagian dapur.
“Tidak ada kendala yang cukup berarti. Ini hanya karena faktor antrean pencairan saja, ditambah momentum akhir tahun dan jelang tutup buku,” ujarnya, Minggu (21/12/2025).
Imam menjelaskan, dari total 11 SPPG yang ada dan terdaftar di Kota Blitar, sebagian besar masih beroperasi dan menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti biasa. Sementara itu, dapur yang berhenti sementara hanya dua SPPG, yakni SPPG Pakunden dan SPPG Tlumpu.
Ia memastikan, penghentian tersebut bersifat sementara dan akan kembali beroperasi setelah proses pencairan dana selesai. Pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar operasional kedua SPPG tersebut dapat segera berjalan kembali.
Atas kondisi tersebut, Imam menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Blitar, khususnya para penerima manfaat dan relawan yang terdampak. Ia juga meminta dukungan dan doa dari masyarakat agar seluruh dapur SPPG dapat kembali beroperasi dan program MBG tetap dapat dirasakan manfaatnya.
“Kami mohon doa dan dukungannya. Semoga dua SPPG yang saat ini berhenti sementara bisa segera beroperasi kembali, sehingga program Makan Bergizi Gratis di Kota Blitar dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.







