Blitar, insanimedia.id – Populasi rusa di Taman Kebon Rojo meningkat. Hal ini berdampak pada kapasitas di Taman Kebon Rojo yang melebihi kapasitas.
Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Kota Blitar mulai menyiapkan langkah konservasi rusa yang ada di Taman Kebon Rojo. Sebagian rusa dari Taman Kebon Rojo akan dipindahkan ke Ecopark Joko Pangon.
Selain karena meningkatnya populasi rusa di Taman Kebon Rojo, langkah ini sekaligus sebagai bagian dari pengembangan kawasan konservasi pada 2026 mendatang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, Jajuk Indihartati, mengatakan pemindahan dilakukan agar populasi rusa tetap terjaga dan habitatnya lebih ideal. Menurutnya, Kebon Rojo saat ini sudah cukup padat sehingga perlu alternatif lokasi yang lebih luas dan ramah satwa.
“Populasi rusa di Kebon Rojo semakin banyak. Karena itu sebagian akan kami pindahkan ke Joko Pangon, yang memang direncanakan menjadi kawasan konservasi rusa pada 2026,” kata Jajuk, Senin (22/12/2025).
Ia menjelaskan, Ecopark Joko Pangon dipilih karena memiliki potensi sebagai kawasan konservasi sekaligus ruang edukasi lingkungan bagi masyarakat. Namun, pada tahun 2025 ini, Pemkot Blitar masih memfokuskan penataan kawasan tersebut pada tahap awal.
“Untuk 2025, kami masih melakukan penyempurnaan di area gerbang dan fasilitas pendukung. Konservasinya akan kami mulai secara bertahap tahun depan,” jelasnya.
Diketahui, pembangunan Jokopangon yang berlokasi di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan pada tahap I menelan biaya sebesar Rp2,5 miliar, sementara tahap II mencapai Rp800 juta.







