Waspada Hama Kresek, 1,87 Hektar Padi di Kota Blitar Terserang

Penulis: Budi

Insani Media

 

Blitar, insanimedia.id— Tanaman padi milik petani di Kota Blitar mulai terdampak penyakit kresek. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar mencatat sekitar 1,87 hektar lahan padi terserang penyakit yang dipicu oleh bakteri Xanthomonas campestris.

Serangan tersebut menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu, daun mengering, dan berisiko menurunkan hasil panen hingga memicu gagal panen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Dewi Masitoh, mengatakan penyakit kresek dapat menyerang tanaman padi pada berbagai fase pertumbuhan, baik saat fase vegetatif maupun generatif. Salah satu tanda yang umum terlihat adalah daun padi menguning dari bagian ujung, lalu perlahan mengering.

“Serangan penyakit ini biasanya dipicu oleh kondisi lingkungan yang lembap serta curah hujan yang cukup tinggi,” ujar Dewi, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, selain faktor cuaca, penggunaan pupuk nitrogen atau unsur N yang terlalu tinggi juga dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit tersebut.

“Pemupukan unsur N yang terlalu tinggi bisa membuat tanaman lebih rentan terhadap serangan bakteri penyebab kresek,” katanya.

Untuk mengurangi dampak serangan, petani disarankan mengelola pengairan sawah secara tepat serta memperhatikan keseimbangan unsur hara pada tanaman. Pemberian unsur P, K, S, serta unsur mikro juga dinilai penting untuk menjaga ketahanan tanaman padi.

Selain itu, penggunaan kapur pertanian untuk menekan tingkat keasaman tanah serta pemanfaatan agen hayati yang ramah lingkungan juga dianjurkan sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit.

Dewi mengimbau petani agar lebih waspada dengan rutin memeriksa kondisi tanaman di sawah.

“Pencegahan sejak dini sangat penting agar serangan penyakit tidak meluas dan kerugian petani bisa diminimalkan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Wali Kota Blitar Ingin Drainase Solusi Banjir, Proyek Dikebut