Hadapi Persaingan, Ahrian Andalkan Gerobak Kopi Keliling

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Maraknya pertumbuhan kedai kopi di Kota Blitar mendorong para pelaku usaha untuk menghadirkan strategi yang berbeda agar mampu bertahan di tengah persaingan. Salah satunya dilakukan Ahrian Festyananda yang memilih menjajakan kopi menggunakan gerobak melalui usahanya, Nomade and Coffee.

Ahrian mengambil konsep tersebut sebagai alternatif di tengah banyaknya kafe yang menawarkan desain modern. Sebelum menetapkan usaha dengan gerobak, ia lebih dahulu berjualan secara berkeliling untuk memperkenalkan produknya sekaligus mengenali karakter dan kebutuhan pasar.

“Persaingan jualan kopi di Kota Blitar cukup ketat. Karena itu saya mencoba sedikit mengubah konsep dengan menggunakan gerobak dan menawarkan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Ia menilai penggunaan gerobak menjadi pilihan yang lebih efisien bagi pelaku usaha yang sedang berkembang. Selain tidak membutuhkan biaya operasional sebesar membuka kedai permanen, konsep tersebut juga memudahkannya berpindah lokasi dan menjangkau lebih banyak pelanggan di berbagai kegiatan masyarakat.

Menurut Ahrian, banyak pelaku usaha kopi saat ini bersaing menghadirkan tempat yang menarik. Namun, ia lebih memilih memprioritaskan kualitas minuman dengan harga yang tetap ramah di kantong sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan.

“Harapannya masyarakat bisa membeli dan menikmati kopi dengan harga yang lebih murah. Jadi bukan berarti kami mendowngrade harga atau kualitas,” katanya.

Saat ini, Nomade and Coffee menyajikan menu yang didominasi olahan kopi robusta yang dipadukan dengan susu dan gula aren. Konsep menu tersebut dipilih karena dinilai sesuai dengan selera mayoritas penikmat kopi di Kota Blitar.

Ahrian juga menjelaskan bahwa nama Nomade and Coffee memiliki filosofi tersendiri. Kata Nomade menggambarkan semangat perjalanan dan petualangan, sedangkan kopi menjadi produk utama yang ingin diperkenalkan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Peringatan Hardiknas 2026, Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar Ingatkan Pendidikan agar Tidak Kehilangan Arah dan Esensi

“Nomade itu identik dengan petualangan. Jadi saya ingin membawa konsep bahwa menikmati kopi bisa dilakukan di mana saja, tidak harus di dalam kafe,” jelasnya.

Ke depan, Ahrian bertekad memperluas jangkauan usahanya dengan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat dan agenda yang digelar di Kota Blitar. Ia berharap dapat meramaikan kegiatan Car Free Day (CFD) maupun berbagai acara lainnya sebagai sarana memperkenalkan produknya kepada lebih banyak konsumen.

“Sebelumnya saya memang sudah keliling berjualan. Semoga nanti bisa ikut CFD dan lebih sering hadir di berbagai event yang ada di Kota Blitar,” ungkapnya.

Bagi Ahrian, menjalankan bisnis kopi tidak hanya berkaitan dengan menjual minuman, tetapi juga kemampuan membaca peluang dan beradaptasi dengan perkembangan pasar. Melalui konsep gerobak keliling, ia optimistis usahanya dapat terus tumbuh sekaligus menawarkan pengalaman menikmati kopi yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.