Dinkes Kota Blitar Gandeng Kader Posyandu Cegah Penularan HIV

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar memfokuskan upaya pencegahan HIV/AIDS dengan memetakan delapan kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi terhadap penularan virus tersebut. Selain memberikan penyuluhan kepada kelompok sasaran, Dinkes juga menggandeng kader posyandu untuk memperluas edukasi hingga ke lingkungan masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Blitar, Silvia Dewi Kusumawati, menjelaskan bahwa kelompok prioritas tersebut meliputi laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), waria atau transgender, wanita pekerja seks (WPS), pengguna narkotika suntik, warga binaan pemasyarakatan, penderita infeksi menular seksual (IMS), ibu hamil, serta pasien tuberkulosis (TB).

Kelompok-kelompok itu menjadi prioritas dalam edukasi dan deteksi dini karena memiliki risiko penularan yang lebih tinggi dibanding masyarakat umum,” ujarnya, Jumat (3/7).

Silvia menuturkan, Dinkes memilih kader posyandu sebagai mitra karena mereka memiliki kedekatan dengan warga di tingkat RT dan RW. Melalui pelatihan yang diberikan, para kader diharapkan mampu menyampaikan informasi mengenai HIV/AIDS sekaligus mengajak masyarakat yang berisiko untuk melakukan pemeriksaan sejak dini.

Kader tidak melakukan pemeriksaan, tetapi memberikan edukasi dan mengarahkan masyarakat untuk mengakses layanan VCT atau tes HIV di fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini HIV/AIDS belum dapat disembuhkan. Meski demikian, penyandang HIV tetap dapat menjalani aktivitas secara normal apabila menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Dengan pengobatan yang rutin, kondisi penderita bisa dikendalikan sehingga kualitas hidup tetap terjaga,” pungkasnya.

Melalui pelibatan kader posyandu dan penguatan edukasi kepada kelompok rentan, Dinkes Kota Blitar berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan HIV/AIDS semakin meningkat. Langkah tersebut juga diharapkan mampu memperluas deteksi dini sehingga penularan HIV dapat ditekan dan penanganan bagi penderita dapat dilakukan lebih cepat.

Baca Juga :  Musim Penghujan Waspada DBD, Dinkes Blitar Catat 46 Kasus