Surabaya, insanmedia.id – Mahasiswa Program D-3 Teknik Mesin Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Surabaya, mengembangkan sebuah prototipe kapal selam kamikaze tanpa awak yang dirancang untuk mendukung operasi sabotase bawah air. Inovasi tersebut menjadi salah satu hasil riset teknologi pertahanan maritim yang dikembangkan di lingkungan kampus.
Berbeda dengan kapal selam konvensional, wahana ini dirancang sebagai kendaraan bawah air tanpa awak (unmanned underwater vehicle) yang dikendalikan dari jarak jauh. Dalam skenario operasinya, kapal selam diturunkan dari atas kapal induk, kemudian menyelam menuju sasaran sebelum bergerak ke bagian bawah lambung kapal target.
Mahasiswa D-3 Teknik Mesin STTAL, Praka (Mar) Dimas S.P., menjelaskan bahwa misi utama prototipe tersebut adalah melakukan sabotase terhadap struktur bawah kapal lawan.
“Kapal selam ini beroperasi di bawah air. Setelah diturunkan dari kapal, wahana akan menuju target, kemudian menyelam ke bagian draf kapal. Tujuannya untuk melakukan sabotase pada struktur bawah kapal lawan,” ujar Dimas.
Saat ini, pengembangan masih berada pada tahap penyempurnaan. Berdasarkan hasil uji coba, kapal selam memiliki jarak kendali efektif sekitar satu kilometer, meski secara teori sistem kendali dapat menjangkau hingga tiga kilometer pada kondisi tanpa hambatan.
Sementara itu, kedalaman operasi yang telah diuji masih berada di bawah dua meter. Tim pengembang menargetkan peningkatan kemampuan sistem kendali agar mampu beroperasi hingga lima bahkan sepuluh kilometer.
“Ke depan kami berupaya meningkatkan jangkauan kendali menjadi lima hingga sepuluh kilometer agar kemampuan operasionalnya semakin optimal,” kata Dimas.
Untuk sistem kendali, prototipe menggunakan remote control Flysky i6 dengan enam kanal yang mengatur kemudi, sistem ballast untuk proses menyelam, serta kamera pemantau. Menurut Dimas, tim sengaja tidak menggunakan sistem GPS agar posisi wahana tidak mudah dilacak.
“Kami tidak menggunakan GPS karena menurut kami GPS dapat dilacak oleh lawan. Karena itu kami berupaya menghilangkan jejak saat menjalankan misi,” jelasnya.
Pengembangan kapal selam kamikaze ini diharapkan menjadi salah satu kontribusi mahasiswa STTAL dalam memperkuat inovasi teknologi pertahanan maritim nasional melalui riset dan rekayasa teknik. Prototipe tersebut masih akan terus disempurnakan sebelum memasuki tahapan pengujian lanjutan.







