Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar menunda pengembangan fisik kawasan Makam Bung Karno (MBK) sepanjang 2026. Keterbatasan anggaran membuat pemerintah memprioritaskan pemeliharaan rutin agar kawasan wisata sejarah tersebut tetap nyaman bagi para pengunjung.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan anggaran yang tersedia pada tahun ini hanya mencukupi untuk pekerjaan perawatan, seperti pengecatan pagar dan pemeliharaan fasilitas yang telah ada.
“Tahun ini memang anggarannya kecil. Hanya cukup untuk pemeliharaan rutin, seperti pengecatan pagar dan perawatan fasilitas yang ada,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah belum dapat merealisasikan pengembangan kawasan secara menyeluruh karena masih menyusun perencanaan yang lebih matang. Langkah tersebut dilakukan agar penataan MBK memiliki arah pengembangan yang jelas sebelum memasuki tahap pembangunan.
Menurut Syauqul, pemerintah akan memetakan kebutuhan kawasan terlebih dahulu untuk menentukan prioritas pengembangan sekaligus menghitung besaran anggaran yang diperlukan.
“Kami petakan dulu kebutuhannya. Setelah perencanaannya matang, baru kami akan mengajukan dukungan kepada pemerintah pusat agar kawasan ini bisa lebih representatif,” katanya.
Ke depan, Pemkot Blitar berharap kawasan Makam Bung Karno tidak hanya menjadi tempat ziarah yang nyaman, tetapi juga menjadi destinasi edukasi sejarah yang memberikan pengalaman lebih baik bagi masyarakat untuk mengenal perjuangan Bung Karno.
“Kami ingin para peziarah datang dengan nyaman, bisa berziarah dengan khusyuk, sekaligus meneladani semangat Bung Karno. Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” tandasnya.







