Pendekar Tiban Empat Daerah Satukan Tradisi di Hari Jadi ke-702 Blitar

Penulis : Rizma N.A

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Suara cambuk pendekar tiban menggema di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, Sabtu (8/8/2026). Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-702 Blitar sekaligus upaya menjaga keberlangsungan warisan budaya leluhur.

Bupati Blitar Rijanto mengatakan, tradisi tiban tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga mengandung berbagai nilai penting, seperti keberanian, sportivitas, kedisiplinan, persaudaraan, pengendalian diri, dan penghormatan terhadap tradisi.

“Karena itu budaya tersebut harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda”, ungkapnya.

Rijanto menjelaskan, masyarakat agraris melahirkan tradisi tiban sebagai bagian dari kehidupan dan kebudayaan mereka. Menurutnya, masyarakat perlu mengembangkan tradisi tersebut tanpa menghilangkan nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, tiban dapat menjadi sarana pendidikan karakter sekaligus potensi wisata budaya.

Pembina Paguyuban Tiban Blitar–Tulungagung, Guntur Wahono, menyambut positif dukungan Pemerintah Kabupaten Blitar yang kembali menggelar adu laga tiban di lingkungan Kantor Pemkab Blitar. Ia menilai penyelenggaraan untuk kedua kalinya menunjukkan adanya komitmen bersama untuk mempertahankan seni tradisi yang berkembang di Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Kediri, dan wilayah sekitarnya.

Guntur menyampaikan, pagelaran adu laga tiban berlangsung selama dua hari. Pada Sabtu (8/8), pendekar tiban dari Blitar bertemu dengan pendekar asal Tulungagung. Sementara itu, pada Minggu (9/8), arena mempertemukan pendekar dari Trenggalek dan Kediri.

Meski para pendekar saling beradu kemampuan di arena, Guntur menekankan bahwa persaudaraan tetap menjadi semangat utama dalam kegiatan tersebut.

“Di atas arena kita mengadu kemampuan, tetapi di luar arena kita tetap saudara,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Blitar bersama paguyuban berharap pagelaran tersebut mampu menjaga eksistensi seni tradisi tiban. Selain memperkuat identitas budaya, tradisi ini juga diharapkan dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan masyarakat antardaerah.

Baca Juga :  Warga Des Sukamanah Merawat Tradisi Leluhur dengan Merti Desa