Blitar, insanimedia.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar mulai menyusun paket wisata terpadu bersama Pemerintah Kabupaten Blitar. Program tersebut dirancang untuk menghubungkan berbagai destinasi unggulan di Blitar Raya sehingga wisatawan dapat menikmati perjalanan yang lebih terintegrasi. Namun, pelaksanaannya masih menunggu penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kota Blitar, Rike Rochmawati, mengatakan penyusunan paket wisata lintas daerah masih berada pada tahap pembahasan. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat daya tarik pariwisata di Kota maupun Kabupaten Blitar.
“Kita ada MoU dan PKS dengan menggabungkan paket wisata yang ada di Kota Blitar dan Kabupaten Blitar untuk diintegrasikan. Saat ini masih dalam proses penyusunan,” ujarnya.
Rike menjelaskan, sejumlah destinasi telah dipetakan untuk menjadi bagian dari paket wisata terpadu. Untuk kawasan barat, objek wisata Sumber Udel dan Makam Aryo Blitar direncanakan dipadukan dengan destinasi religi di wilayah Kabupaten Blitar, termasuk kawasan pengajian Gus Iqdam.
Sementara itu, jalur wisata bagian selatan akan menghubungkan Kampung Coklat dengan sejumlah destinasi di Kota Blitar, seperti Masjid Ar-Rahman, Istana Gebang, dan Makam Bung Karno. Konsep tersebut diharapkan memberikan pilihan perjalanan yang lebih lengkap bagi wisatawan.
“Misalnya paket wisata di Kota Blitar sisi barat seperti Sumber Udel dan Makam Aryo Blitar menjadi satu paket dengan wisata religi di Kabupaten Blitar. Begitu juga Kampung Coklat bisa dipadukan dengan destinasi wisata religi dan sejarah yang ada di Kota Blitar,” jelasnya.
Meski rancangan paket wisata sudah mulai disusun, Rike menegaskan implementasinya baru dapat dilakukan setelah kedua pemerintah daerah menyepakati kerja sama secara resmi melalui MoU dan PKS.
“Yang jelas sekarang masih tahap penyusunan. Setelah MoU dan PKS selesai, baru bisa ditindaklanjuti pelaksanaannya,” katanya.
Sambil menunggu proses kerja sama rampung, Disbudpar Kota Blitar tetap memprioritaskan pelaksanaan agenda pariwisata yang telah masuk kalender kegiatan daerah, termasuk penyelenggaraan Blitar Ethnic National (BEN) Carnival 2026 yang dijadwalkan berlangsung bulan ini.
“Kami tetap fokus menyukseskan agenda pariwisata yang sudah terjadwal. Harapannya, ketika kerja sama ini terealisasi nanti, rute wisata yang disusun bisa menjadi pelengkap untuk memperkuat sektor pariwisata di Blitar Raya,” pungkas Rike.







