Blitar, insanimedia.id – Dari lahan pertanian di Kabupaten Blitar, melon berkualitas kini mulai dinikmati konsumen luar negeri. Melalui kemitraan bersama Sunpride, hasil panen petani lokal berhasil menembus pasar Singapura, menandai langkah baru pengembangan hortikultura daerah menuju pasar internasional.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa komoditas pertanian Blitar tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memiliki daya saing untuk bersanding dengan produk global.
CEO PT Sewu Segar Nusantara, Cindyanto Kristian, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari proses panjang membangun ekosistem pertanian bersama petani. Menurutnya, kualitas produk menjadi faktor utama agar komoditas lokal dapat diterima pasar ekspor.
“Produk hortikultura daerah memiliki potensi besar untuk bersaing apabila seluruh ekosistemnya dibangun bersama, mulai dari petani, pendampingan budidaya, hingga akses pasar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peran perusahaan tidak hanya sebagai penyalur hasil panen, tetapi juga mendampingi petani agar mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar pasar modern.
Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto menyebut perkembangan budidaya melon di daerahnya menunjukkan perubahan minat petani, terutama generasi muda, terhadap sektor pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Menurutnya, kerja sama dengan PT Sewu Segar Nusantara sejak 2017 yang awalnya mengembangkan pisang Cavendish, kini berkembang ke komoditas melon dengan hasil yang menjanjikan.
“Petani milenial ini banyak yang tertarik menanam melon. Dengan adanya pendampingan yang intensif, mulai pembinaan hingga pemasaran, kualitas hasil pertanian bisa terus meningkat,” kata Rijanto.
Pemerintah Kabupaten Blitar berharap keberhasilan melon menembus pasar Singapura dapat menjadi pemicu berkembangnya komoditas hortikultura lain, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa pertanian Blitar tidak hanya bertahan sebagai sektor produksi, tetapi mulai bergerak menjadi industri agribisnis yang mampu bersaing di pasar dunia. (riz)







