Peternak Ayam Petelur di Kabupaten Blitar Kirim 8,7 Ton Telur untuk Penyintas Gempa NTT

Penulis : Rizma N.A.

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Peternak ayam petelur Kabupaten Blitar menunjukkan kepedulian kepada penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) meski harga telur masih berada dalam kondisi tertekan. Gabungan koperasi dan pelaku usaha peternakan mengirimkan sebanyak 8.778 kilogram telur untuk membantu masyarakat terdampak.

Bupati Blitar Rijanto memberangkatkan bantuan telur tersebut pada Selasa (25/08/2026). Ia mengapresiasi langkah para peternak yang tetap berbagi hasil usaha meskipun harga telur dalam beberapa bulan terakhir belum memberikan keuntungan yang optimal.

“Dan ini padahal telur saat ini kan sedang tidak baik-baik saja, tapi mereka karena melihat saudara-saudaranya seperti itu, enggak sampai hati mereka dengan apa yang dia punya,” ujar Rijanto.

Rijanto berharap kondisi harga telur segera membaik agar peternak dapat memperoleh keuntungan yang layak tanpa membuat harga telur di tingkat masyarakat menjadi mahal.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Nanang Miftahudin, menjelaskan sejumlah koperasi dan kelompok usaha menghimpun bantuan tersebut. Mereka berasal dari PUTERA, KEPPO, ULTRA, Pinsar Blitar, PPRN, PMB, UTARA, BPKB, KPPS, PPN, KP2MB, Berkah Telur, KOPPI, KARTINI, Agung PS, serta CV Morodadi.

Peternak selanjutnya mengirim bantuan tersebut ke Surabaya untuk dikumpulkan di BPBD Provinsi Jawa Timur. Dari Surabaya, bantuan akan diteruskan menuju Flores, NTT.

Nanang berharap bantuan tersebut segera sampai kepada para penyintas. Ia menilai distribusi perlu dilakukan dengan cepat karena telur merupakan bahan pangan yang membutuhkan penanganan dan penyaluran segera.

Pengiriman 8,7 ton telur itu menjadi bukti solidaritas peternak Kabupaten Blitar. Di tengah tekanan harga komoditas, mereka tetap memilih berbagi dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Baca Juga :  Pembangunan Infrastruktur Belum Rampung 2025 Lalu, PUPR Kabupaten Blitar Tegaskan Selesai 2026