Blitar, insanimedia.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar mengevaluasi pelaksanaan BEN Carnival 2026 setelah masyarakat memberikan beragam tanggapan. Tingginya antusiasme penonton menjadi catatan positif, sementara sejumlah aspek teknis akan diperbaiki pada penyelenggaraan berikutnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar Rike Rochmawati mengatakan, pelaksanaan BEN Carnival pada malam hari menjadi konsep baru yang diterapkan di Kota Blitar. Perubahan waktu tersebut membuat sebagian masyarakat membutuhkan penyesuaian.
“Pelaksanaan BEN Carnival pada malam hari merupakan konsep yang baru pertama kali diterapkan di Kota Blitar. Perubahan ini tentu menimbulkan kejutan bagi sebagian masyarakat.” kata Rike Rochmawati Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar.
Menurut Rike, sejumlah daerah seperti Kediri dan Jember sebelumnya telah menerapkan konsep serupa. Mereka mengembangkan karnaval malam dengan mengandalkan tata cahaya dan pertunjukan sebagai bagian dari daya tarik acara.
Disbudpar memilih waktu malam karena konsep tersebut mampu menampilkan visual yang lebih meriah dan glamor. Suasana yang lebih sejuk juga dinilai memberikan kenyamanan kepada penonton selama menyaksikan rangkaian pertunjukan.
Selain waktu pelaksanaan, Disbudpar juga menerapkan pagar pembatas dengan ukuran lebih rendah. Kebijakan tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat dari berbagai sisi untuk menyaksikan karnaval dengan pandangan yang lebih leluasa sekaligus tetap menjaga ketertiban.
“Dengan penerapan pagar pembatas yang lebih rendah, masyarakat dari berbagai sisi juga dapat menikmati jalannya karnaval secara lebih tertib tanpa kehilangan jarak pandang.” imbuhnya.
Disbudpar Kota Blitar menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat. Salah satu evaluasi utama menyangkut seremoni pembukaan yang dinilai berlangsung terlalu panjang sehingga pelaksanaan karnaval mengalami keterlambatan sekitar tiga jam.
Ke depan, Disbudpar berencana memangkas durasi seremoni agar pertunjukan utama dapat berlangsung lebih efektif dan masyarakat bisa menikmati karnaval secara maksimal.
“Sebagai bentuk komitmen untuk terus berbenah, Disbudpar juga mulai mempertimbangkan skema pelaksanaan BEN Carnival dari pukul 15.30 hingga 22.30 WIB pada penyelenggaraan berikutnya dengan tetap memberikan ruang dan kesempatan untuk waktu beribadah.”
Rencana tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana sore yang lebih ramah bagi seluruh masyarakat sekaligus mempertahankan kemeriahan atraksi malam sebagai bagian utama BEN Carnival.







