Blitar, insanimedia.id – Pelaksanaan Blitar Ethnic Carnival (BEN Carnival) 2026 pada Sabtu (23/8) malam mendapat sorotan dari DPRD Kota Blitar. Agenda tahunan yang menjadi salah satu daya tarik pariwisata daerah tersebut mengalami keterlambatan hingga sekitar tiga jam dari jadwal yang ditetapkan.
Berdasarkan rundown dan undangan resmi, panitia menjadwalkan acara mulai pukul 18.00 WIB. Namun, peserta baru bergerak meninggalkan area panggung sekitar pukul 21.00 WIB. Keterlambatan tersebut membuat sejumlah warga yang telah menunggu di sepanjang jalur acara mengeluhkan pelaksanaan kegiatan.
Anggota DPRD Kota Blitar Nuhan Eko Wahyudi menilai panitia perlu memperbaiki manajemen waktu dalam penyelenggaraan agenda daerah. Ia menyayangkan keterlambatan tersebut karena kegiatan menggunakan anggaran daerah dan menjadi salah satu agenda yang membawa nama Kota Blitar.
“Saya menilai semakin tahun bukannya makin meningkat kualitas pelaksanaannya, tapi justru menurun. Terutama soal waktu, ini jelas mengecewakan banyak orang,” ujar Nuhan saat dikonfirmasi, Senin (24/8).
Menurut Nuhan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran BEN Carnival untuk menarik wisatawan, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta memperkuat citra Kota Blitar. Karena itu, keterlambatan selama berjam-jam dinilai dapat mengurangi kenyamanan penonton dan wisatawan.
“Tujuannya kan mendatangkan penonton, menarik wisatawan, dan menggerakkan ekonomi. Tapi kalau molor sampai tiga jam begini kan tidak memberi contoh yang baik. Apapun alasannya, kalau undangan jam 18.00 WIB, toleransi keterlambatan paling 15 sampai 30 menit. Ini sudah di luar kewajaran. Dinas Pariwisata wajib evaluasi total,” tuturnya.
Selain ketepatan waktu, Nuhan menyoroti pengaturan atraksi peserta selama melintasi jalur karnaval. Ia menilai sebagian besar pertunjukan masih terkonsentrasi di sekitar panggung utama, sedangkan masyarakat yang menyaksikan dari sepanjang rute belum memperoleh suguhan atraksi secara merata.
Nuhan meminta panitia mengevaluasi konsep pertunjukan agar setiap peserta dapat menampilkan atraksi secara berkala di sepanjang lintasan. Menurutnya, pengaturan tersebut dapat membuat seluruh penonton menikmati kemeriahan BEN Carnival.
“Masyarakat di sepanjang Jalan Merdeka harusnya bisa menonton atraksi yang sama menariknya. Panitia tinggal menghitung, per berapa meter peserta wajib beratraksi dengan durasi yang pas.
Jadi kemeriahan itu terasa di sepanjang lintasan, bukan cuma menumpuk di depan panggung tamu undangan,” pungkas Nuhan.







