Pemkot Blitar Alokasikan Bantuan Posyandu hingga Rp10 Juta Setahun

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar menyalurkan bantuan operasional kepada lembaga Posyandu yang berada di seluruh kelurahan. Pemkot memberikan bantuan tersebut untuk menunjang kegiatan kelembagaan sekaligus berbagai program pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Blitar, Fredy Hermawan, mengatakan pemerintah memberikan bantuan operasional untuk memperkuat pelaksanaan kegiatan Posyandu di tengah masyarakat.

“Posyandu ini diberikan bantuan operasional untuk mensupport, mendukung lembaga di dalam pelaksanaan kegiatan yang ada di masyarakat, termasuk program-programnya,” ujar Fredy.

Fredy menjelaskan, pemerintah tidak menetapkan nominal bantuan yang sama untuk setiap kelurahan. Pemkot mengelompokkan besaran bantuan berdasarkan luas wilayah kelurahan dengan tiga kategori, yaitu besar, sedang, dan kecil.

“Kalau untuk besaran di masing-masing wilayah ini kita buat strata, ada kelurahan besar, ada kelurahan sedang, ada kelurahan kecil,” katanya.

Ia menyebut kelurahan yang memiliki wilayah lebih luas memperoleh dukungan operasional dengan nominal lebih besar. Besaran bantuan tersebut berada pada kisaran Rp7,5 juta hingga Rp10 juta setiap tahun.

“Kelurahan besar ini bisa sampai di angka Rp10 juta, Rp8 juta, hingga Rp7,5 juta per tahun untuk mensupport dan mendukung operasional kelembagaan,” jelasnya.

Selain mempertimbangkan luas wilayah, kebutuhan kader Posyandu juga mengikuti kondisi dan cakupan pelayanan di masing-masing kelurahan. Wilayah yang lebih luas membutuhkan jumlah kader yang disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan masyarakat.

“Kalau jumlahnya menyesuaikan dengan masing-masing wilayah,” tambahnya.

Fredy kemudian menyampaikan Kelurahan Turi sebagai salah satu wilayah dengan cakupan area yang relatif kecil. Saat ini, kelurahan tersebut menerima bantuan operasional Posyandu sebesar Rp7,5 juta per tahun.

“Luasan kelurahan paling kecil ini contohnya ada di Turi, sekarang di angka Rp7,5 juta. Karena kelurahan-kelurahan yang besar ini cakupannya pastinya lebih besar dan lebih banyak,” pungkasnya.

Baca Juga :  Benarkah Suasana Hati Memengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental Kita?