Blitar, insanimedia.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar masih mengejar penyelesaian pendataan Sensus Ekonomi 2026 menjelang batas akhir pada 31 Agustus. Dari total 58.777 target pendataan, sebanyak 7.158 data masih belum sepenuhnya masuk ke dalam database BPS.
Kepala BPS Kota Blitar Hanung Pramusito menjelaskan, data yang belum tuntas tersebut terbagi dalam dua status. Sebanyak 2.868 data masih berstatus open atau belum mendapatkan pendataan, sedangkan 4.290 data lainnya berstatus draft.
Data berstatus draft menunjukkan petugas sudah melakukan pendataan di lapangan, tetapi proses memasukkan informasi ke database masih berlangsung.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.868 data masih berstatus open. Sementara 4.290 data lainnya berstatus draft, artinya sudah didata di lapangan namun masih dalam proses penginputan ke database,” terang Hanung.
Dalam pelaksanaannya, petugas masih menemukan sejumlah kendala. Salah satunya penolakan dari masyarakat yang belum memahami tujuan Sensus Ekonomi. Sebagian warga masih mengira pendataan tersebut berkaitan dengan kewajiban pajak.
Petugas juga menghadapi situasi ketika penghuni rumah tidak berada di tempat saat kunjungan dilakukan. Untuk mengatasi hal tersebut, BPS melakukan kunjungan kembali kepada warga yang belum memberikan data.
Petugas memberikan penjelasan mengenai tujuan pendataan sebelum menjadwalkan kunjungan ulang. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memahami pentingnya memberikan informasi yang dibutuhkan dalam Sensus Ekonomi.
Hanung menegaskan Sensus Ekonomi merupakan kegiatan pendataan yang berlangsung setiap 10 tahun. Pendataan tersebut bertujuan memberikan gambaran mengenai kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Karena tenggat semakin dekat, BPS kini mempercepat penyelesaian data yang masih terbuka maupun berstatus draft,” pungkasnya.







